Sepekan Dua Kasus Anak Durhaka Terjadi di Sumsel, Ayah di PALI dan Ibu di Palembang Laporkan Anak Kandungnya ke Polisi

AKURAT.CO SUMSEL Entah apa yang ada dipikiran dua orang anak di Sumatera Selatan (Sumsel) ini, mereka tega menganiaya ayah kandung dan ibu kandungnya sendiri hingga babak belur.
Dalam sepekan ini kasus anak durhaka terjadi di dua wilayah di Sumsel. Seorang anak di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), bernama Rison Lekat (24), diduga tega memukuli ayah kandung hingga babak belur.
Kasus serupa pada pekan ini juga terjadi di Kota Palembang, menimpa seorang ibu bernama Erni (57). Ia mengalami memar di sekujur tubuhnya, diduga usai dianiaya oleh darah dagingnya sendiri berinisial AR (39).
Setelah dilaporkan ke polisi anak yang menganiaya ayah kandung di PALI dibekuk petugas dan saat ini mendekam dibalik jeruji besi Polres setempat sedangkan anak yang menganiaya ibu kandung di Kota Palembang masih berstatus buron dan sedang buru oleh polisi.
"Ya benar kita sudah menangkap seorang pemuda yang menganiaya ayah kandung sendiri itu dan saat ini sudah dijebloskan ke penjara guna mempertanggung jawabkan perbuatannya," ujar Kapolres PALI AKBP Khairu Nasrudin saat dikonfirmasi Akurat.co Sumsel, Senin (6/5/2024).
"Kasusnya bermula saat pelaku pulang ke rumah orang tuanya di Desa Karang Anyar Kelurahan Pasar Bhayangkara Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI, lalu meminjam sepeda motor dan meminta uang kepada korban. Namun karena tidak mempunyai uang korban tak memenuhi permintaan pelaku sehingga pelaku Rison nekat mencekik leher dan memukuli ayah kandungnya itu," tambah Kapolres.
Tak cukup sampai disitu dari keterangan korban dalam laporannya, lanjut Kapolres, pelaku yang saat kejadian diduga dibawah pengaruh minuman keras juga berulang kali memukuli wajah korban.
"Beruntung ada tetangga yang datang dan melerai perbuatan pelaku karena menurut pengakuan korban jika tidak ada tetangga, pelaku sempat menuju dapur hendak mengambil pisau untuk melukai korban," ujarnya.
Sedangkan untuk peristiwa yang terjadi di Palembang korban Erni mendatangi SPK Terpadu Polrestabes Palembang guna melaporkan anak kandungnya berinisial AR.
Dihadapan petugas Erni menceritakan peristiwa penganiayaan yang dialaminya. Awal mula saat anak keduanya yang tak lain merupakan adik kandung pelaku meminjam sepeda motor milik pelaku tanpa sepengetahuannya.
"Bangun dari tidur dan melihat motornya tidak ada pelaku menanyakannya sama saya. Terus saya jawab bahwa motornya sedang dipinjam bentar oleh adiknya, mendengar itu pelaku langsung marah-marah dan memukuli saya," ujar wanita paruh baya yang tinggal di Jalan Sukawinatan Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarame Palembang saat membuat laporan ke polisi, Sabtu kemarin (4/5/2024).
"Tak hanya dipukuli secara berulang kali, kepala saya juga dibenturkan pelaku ke dinding. Saya tidak menyangka anak saya berbuat seperti itu padahal saya adalah ibu kandungnya orang yang sudah melahirkan dan membesarkannya," tambah Erni sambil menangis mengingat semua perbuatan yang dilakukan anaknya itu.
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihhartono membenarkan adanya laporan penganiayaan terhadap ibu kandung oleh anak sendiri itu.
"Laporan korban sudah kita terima dan saat ini anggota Satreskrim Polrestabes Palembang sedang menindaklanjutinya. Doakan saja dalam waktu dekat ini pelaku anak durhaka itu bisa segera kita tangkap," terang Kombes Pol Harryo Sugihhartono. (Deni Kurniawan)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









