Pengiriman Batu Bara Merosot, Kinerja Ekspor Sumsel Terkontraksi pada Awal 2026

AKURAT.CO SUMSEL Kinerja ekspor Provinsi Sumatera Selatan sepanjang Januari hingga Mei 2026 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pelemahan tersebut terutama dipengaruhi merosotnya ekspor sektor nonmigas, khususnya komoditas batu bara.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan, Moh Wahyu Yulianto, mengatakan total nilai ekspor Sumsel selama lima bulan pertama 2026 mencapai US$2,21 miliar atau turun 19,23 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
"Penurunan tersebut terutama disebabkan melemahnya ekspor nonmigas yang secara kumulatif turun 22,58 persen," kata Wahyu, Jumat (3/7/2026).
Menurutnya, nilai ekspor nonmigas hingga Mei 2026 tercatat sebesar US$1,99 miliar, lebih rendah dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang mencapai US$2,57 miliar.
Baca Juga: Peran 7 Tersangka Korupsi MBG: Suap Titik SPPG hingga Mark Up Harga Ompreng
Berdasarkan lapangan usaha, hampir seluruh sektor utama mengalami kontraksi. Penurunan paling besar terjadi pada sektor pertambangan dan lainnya yang mencapai 38,79 persen.
Selain itu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 20,75 persen, sementara industri pengolahan mencatat penurunan sebesar 11,35 persen.
Dari sisi komoditas, batu bara menjadi penyumbang terbesar penurunan ekspor Sumsel dengan kontraksi mencapai 38,79 persen. Kinerja ekspor karet dan produk turunannya juga melemah sebesar 19,62 persen.
Di tengah penurunan tersebut, komoditas pulp dari kayu justru menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan ekspor sebesar 10,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski ekspor melemah, Tiongkok masih menjadi negara tujuan utama produk asal Sumatera Selatan. Nilai ekspor ke negara tersebut mencapai US$814,50 juta atau sekitar 36,89 persen dari total ekspor Sumsel.
Komoditas yang paling banyak dikirim ke Tiongkok antara lain pulp dari kayu, batu bara, serta karet dan produk turunannya.
India menempati posisi kedua sebagai negara tujuan ekspor dengan nilai mencapai US$229,73 juta. Produk utama yang diekspor meliputi batu bara, karet beserta turunannya, serta bahan kimia anorganik.
Sementara itu, Malaysia berada di urutan ketiga dengan nilai ekspor sebesar US$180,96 juta.
Komoditas yang mendominasi pengiriman ke negara tersebut meliputi batu bara, lemak dan minyak, serta kertas, karton, dan produk olahannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini: Harga BBM, MBG dan KDMP Jadi Sorotan Utama
- 4Cara Mencairkan Bansos PKH dan BPNT Agustus 2026 Lewat Bank dan Kantor Pos
- 55 Ramalan Zodiak Hari Ini, Selasa 18 Agustus 2026: Ada yang Berpeluang Dapat Rezeki dan Kabar Baik
- 6Bianca Alessia Christabella Lantang, Putri Sulawesi Utara yang Dipercaya Membawa Baki Bendera Pusaka
- 7Update Terbaru Harga Emas Perhiasan Palembang, Naik atau Turun?
- 8Apakah Hari Ini 18 Agustus 2026 Libur? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun









