Ekspor Sumsel Naik 1,06 Persen, Sektor Nonmigas Jadi Penopang Utama

AKURAT.CO SUMSEL Kinerja ekspor Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) mencatatkan tren positif sepanjang Januari hingga September 2025.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, nilai ekspor tumbuh 1,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau setara 4,8 miliar dolar AS secara year on year (yoy).
Kepala BPS Sumsel, Moh. Wahyu Yulianto, mengatakan bahwa kenaikan ekspor Sumsel didorong kuat oleh sektor nonmigas, khususnya dari hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan.
“Kenaikan ekspor ini utamanya ditopang sektor nonmigas. Komoditas pertanian dan perikanan menjadi penyumbang terbesar dalam pertumbuhan ekspor Sumsel tahun ini,” ujar Wahyu, Kamis (6/11/2025).
Berdasarkan data BPS, ekspor nonmigas tumbuh 2,71 persen, sementara sektor migas justru turun 19,63 persen menjadi 282 juta dolar AS.
Baca Juga: Geger di SMPN 26 Palembang, Siswa Ditemukan Tak Bernyawa di Parit Belakang Sekolah
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatatkan pertumbuhan ekspor tertinggi dengan nilai mencapai 83,68 juta dolar AS, naik 53,47 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara sektor industri pengolahan juga meningkat 12,20 persen dengan nilai ekspor mencapai 2,65 miliar dolar AS.
“Kenaikan pada industri pengolahan menandakan perbaikan permintaan global terhadap produk turunan karet dan kayu dari Sumsel,” jelas Wahyu.
Di sisi lain, ekspor dari sektor pertambangan mengalami kontraksi cukup dalam. BPS mencatat, nilai ekspor pertambangan turun 9,91 persen menjadi 1,8 miliar dolar AS.
Komoditas unggulan nonmigas yang mendominasi pengiriman ke luar negeri meliputi karet dan produk olahannya, pulp dari kayu, serta bahan bakar mineral. Dari ketiganya, karet mencatat lonjakan ekspor tertinggi sebesar 21,22 persen.
Namun, bahan bakar mineral turun 9,91 persen seiring melemahnya permintaan dari negara tujuan utama.
BPS mencatat, negara tujuan ekspor Sumsel masih didominasi oleh Tiongkok dengan pangsa 39,38 persen, disusul India sebesar 8,21 persen dan Vietnam sebesar 7,38 persen.
“Negara tujuan ekspor masih relatif sama, dengan Tiongkok tetap menjadi pasar terbesar bagi komoditas pulp, karet, serta batubara dari Sumsel,” kata Wahyu.
Total nilai ekspor Sumsel pada September 2025 tercatat 566 juta dolar AS, dengan ekspor nonmigas dan migas masing-masing turun 6,84 persen dan 16,81 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Kendati sektor pertanian dan industri pengolahan menunjukkan tren positif, Wahyu menilai pentingnya diversifikasi pasar serta penguatan hilirisasi komoditas agar ekspor Sumsel lebih stabil menghadapi fluktuasi global.
“Perlu ada perluasan pasar tujuan ekspor serta peningkatan nilai tambah melalui produk olahan, agar kinerja ekspor Sumsel tetap tangguh di tengah ketidakpastian ekonomi global,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Jadwal Timnas Indonesia Vs Vietnam, Laga Penentu Tiket Semifinal Piala AFF U 19 2026
- 3Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 4Kapan PIP Kemendikdasmen Juni 2026 Cair? Pantau Jadwal Penyaluran Termin 2 di Sini
- 5Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 6Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 85 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem








