Jelang Lebaran 2026, Harga Sawit Sumsel Merangkak Naik ke Level Rp3.569 per Kilogram

AKURAT.CO SUMSEL Angin segar berembus bagi para petani kelapa sawit di Sumatera Selatan (Sumsel). Menjelang momentum Lebaran 2026, harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di wilayah ini menunjukkan tren penguatan, meski tercatat mengalami kenaikan yang cenderung tipis.
Berdasarkan hasil penetapan Dinas Perkebunan (Disbun) Sumsel untuk periode II Februari 2026, harga TBS sawit usia produktif (10–20 tahun) kini bertengger di level Rp3.569,20 per kilogram (kg).
Kenaikan harga ini terbilang menarik karena terjadi di tengah koreksi harga Crude Palm Oil (CPO). Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Disbun Sumsel, Mukpakanisin, menjelaskan bahwa penguatan harga TBS kali ini didorong oleh meroketnya harga inti sawit.
"Meskipun harga CPO terkoreksi dari Rp14.494,34 ke Rp14.261,03 per kg, namun harga inti sawit melonjak tajam menjadi Rp12.986,93 per kg. Hal inilah yang menjaga harga TBS tetap menguat di tingkat petani," ujar Mukpakanisin, Senin (23/2/2026).
Baca Juga: Diduga Salah Paham Soal Tawuran, Remaja Palembang Berujung Ditahan dan Dipukul
Secara rata-rata, harga TBS periode ini naik sekitar Rp9,23 per kg jika dibandingkan dengan periode I Februari 2026 yang berada di level Rp3.559,97 per kg.
Daftar Harga TBS Berdasarkan Kelompok Umur
Kenaikan harga hampir dirasakan oleh seluruh kelompok umur tanam. Selain usia produktif, harga sawit usia 22 tahun juga mengalami penyesuaian dari Rp3.554,97 menjadi Rp3.569,41 per kg.
Daftar Harga TBS Sawit Sumsel per Umur Tanam:
Umur 3 Tahun: Rp2.996,49/kg
Umur 4 Tahun: Rp3.090,50/kg
Umur 5 Tahun: Rp3.224,21/kg
Umur 6 Tahun: Rp3.257,94/kg
Umur 7 Tahun: Rp3.254,80/kg
Umur 8 Tahun: Rp3.373,79/kg
Umur 9 Tahun: Rp3.442,80/kg
Umur 10–20 Tahun: Rp3.569,20/kg (Harga Tertinggi)
Umur 21 Tahun: Rp3.559,79/kg
Umur 22 Tahun: Rp3.569,41/kg
Umur 23 Tahun: Rp3.554,57/kg
Umur 24 Tahun: Rp3.445,58/kg
Umur 25 Tahun: Rp3.458,88/kg
Meskipun penguatan ini tergolong tipis, momentum kenaikan harga menjelang Lebaran diharapkan mampu meningkatkan daya beli masyarakat perkebunan di Sumsel.
Dengan indeks K yang stabil di angka 92,11 persen dan nilai cangkang sebesar Rp17,61 per kg, sektor sawit masih menjadi tumpuan ekonomi utama di Bumi Sriwijaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Jadwal Timnas Indonesia Vs Vietnam, Laga Penentu Tiket Semifinal Piala AFF U 19 2026
- 3Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 4Kapan PIP Kemendikdasmen Juni 2026 Cair? Pantau Jadwal Penyaluran Termin 2 di Sini
- 5Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 6Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 85 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem








