Ekspor Kopi Sumsel Melejit Capai 127 Ton, Bukti Kualitas Mulai Dilirik Dunia

AKURAT.CO SUMSEL Sektor perkebunan Sumatera Selatan (Sumsel), khususnya komoditas kopi, terus menunjukkan tren positif di pasar ekspor.
Hingga semester pertama 2025, ekspor kopi Sumsel tercatat menembus volume 127 ton, sebuah lonjakan signifikan dibandingkan dua tahun sebelumnya.
Kepala Balai Karantina Sumsel, Sri Endah Ekandari, menyampaikan bahwa angka ini mencerminkan daya saing kopi Sumsel yang semakin kuat di pasar global.
“Dalam tiga tahun terakhir, ekspor kopi dari Sumsel terus meningkat tajam. Ini menunjukkan kepercayaan internasional terhadap kualitas kopi kita kian tumbuh,” ujar Sri Endah, Rabu (6/8/2025).
Peningkatan ekspor kopi Sumsel terlihat dari data historis yang dicatat Balai Karantina. Pada 2023, volume ekspor kopi tercatat masih minim, yakni hanya 64 kilogram.
Namun di 2024, angka itu melonjak drastis menjadi 19,8 ton, dan terus melesat hingga 127 ton di pertengahan 2025.
Baca Juga: Modus Beli Motor Lewat Facebook Marketplace, Pelaku Tendang Korban Lalu Gasak Kendaraan
Salah satu pengiriman terbaru dilakukan pada 4 Agustus 2025, di mana Sumsel mengekspor 19,8 ton kopi senilai lebih dari Rp1,2 miliar ke Malaysia, melalui Pelabuhan Boom Baru Palembang.
“Seluruh kopi yang diekspor telah melalui proses karantina ketat agar bebas dari organisme pengganggu dan sesuai standar negara tujuan,” jelas Sri Endah.
Balai Karantina Sumsel berperan penting dalam memastikan setiap komoditas ekspor memenuhi standar internasional.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh sebelum menerbitkan Phytosanitary Certificate, sebagai jaminan bahwa kopi telah memenuhi standar sanitasi dan fitosanitasi (SPS).
“Kami ingin menjaga reputasi Sumsel sebagai penghasil kopi berkualitas. Sertifikat ini penting agar ekspor berjalan lancar tanpa hambatan di negara tujuan,” jelas Sri Endah.
Lebih lanjut, Sri Endah menegaskan bahwa ke depan, pihaknya akan mengembangkan sistem ketelusuran (traceability) untuk mengetahui asal-usul setiap biji kopi yang diekspor.
Sistem ini akan meningkatkan nilai tambah dan transparansi produk Sumsel di pasar dunia.
“Langkah ini kami ambil agar kopi Sumsel semakin dikenal luas dan memenuhi permintaan pasar global yang semakin selektif terhadap kualitas dan asal komoditas,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Video Pengeroyokan Pelajar Beredar, Polisi Cek TKP di Demang Lebar Daun Palembang
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun







