Sumsel

Pengangguran Sumsel Capai 3,60 Persen, Tamatan SMA Mendominasi

Kurnia | 12 Agustus 2026, 20:00 WIB
Pengangguran Sumsel Capai 3,60 Persen, Tamatan SMA Mendominasi
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Sumatera Selatan (Sumsel) pada Mei 2026 tercatat sebesar 3,60 persen. Angka tersebut naik tipis 0,01 persen poin dibandingkan Februari 2026 yang berada di level 3,59 persen.

Data hasil Sakernas Mei 2026 menunjukkan, angka tersebut berarti terdapat sekitar empat orang penganggur dari setiap 100 orang yang masuk dalam angkatan kerja.

Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, TPT laki-laki tercatat sebesar 3,70 persen, lebih tinggi dibandingkan perempuan yang berada di angka 3,42 persen.

Namun, pergerakannya berbeda dibandingkan Februari 2026. TPT laki-laki justru turun 0,11 persen poin, sedangkan TPT perempuan meningkat 0,17 persen poin.

Pengangguran Perkotaan Lebih Tinggi

Kesenjangan tingkat pengangguran juga terlihat berdasarkan wilayah tempat tinggal.

TPT di perkotaan tercatat sebesar 4,25 persen, lebih tinggi dibandingkan wilayah perdesaan yang mencapai 3,13 persen.

Baca Juga: 8 Bulan Buron, Pelaku Begal yang Tusuk Korban Berkali-kali Ditangkap Saat Hendak Pesta di Palembang

Dibandingkan Februari 2026, TPT perkotaan mengalami penurunan cukup signifikan sebesar 0,98 persen poin. Sebaliknya, TPT di perdesaan justru meningkat 0,67 persen poin.

Data tersebut menunjukkan bahwa persoalan pengangguran tidak hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan. Peningkatan TPT di perdesaan juga menjadi perhatian dalam perkembangan ketenagakerjaan sepanjang 2026.

Lulusan Perguruan Tinggi Justru Punya TPT Tertinggi

Jika ditinjau berdasarkan tingkat pendidikan, kelompok lulusan perguruan tinggi justru mencatat tingkat pengangguran tertinggi.

Pada Mei 2026, TPT tertinggi berada pada kelompok tamatan Diploma IV, S1, S2 dan S3, yakni mencapai 7,19 persen.

Sementara itu, TPT terendah tercatat pada kelompok masyarakat dengan pendidikan SD ke bawah, yaitu hanya 0,51 persen.

Pola TPT berdasarkan pendidikan tersebut relatif sama selama periode November 2025 hingga Mei 2026.

Namun, jika melihat komposisi seluruh pengangguran, kelompok tamatan SMA masih menjadi penyumbang terbesar.

Pada Mei 2026, sebanyak 45,07 persen dari total pengangguran merupakan tamatan Sekolah Menengah Atas.

Sementara kelompok dengan distribusi pengangguran paling rendah berasal dari tamatan Diploma I/II/III, yakni sebesar 3,80 persen.

Data tersebut memperlihatkan bahwa tingginya pendidikan belum otomatis membuat seseorang lebih mudah terserap pasar kerja. Lulusan perguruan tinggi justru menghadapi tingkat pengangguran terbuka yang relatif lebih tinggi dibandingkan kelompok pendidikan lainnya.

Kondisi ini menjadi salah satu gambaran penting dalam melihat dinamika pasar kerja Sumsel pada 2026, terutama di tengah kebutuhan untuk memperkuat kesesuaian antara kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia kerja.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia