Sumsel
HL Sumsel

Mengenal Hantavirus, Wabah yang Membuat Ratusan Penumpang Kapal Pesiar MV Hondius Tertahan di Samudra Atlantik

Septiyanti Dwi Cahyani | 6 Mei 2026, 09:00 WIB
Mengenal Hantavirus, Wabah yang Membuat Ratusan Penumpang Kapal Pesiar MV Hondius Tertahan di Samudra Atlantik
Ilustrasi kapal pesiar (Unsplash)

AKURAT.CO SUMSEL - Kata kunci hantavirus masuk dalam jajaran trending topik mesin pencarian Google dalam beberapa hari terakhir.

Laporan soal dugaan hantavirus mencuat usai seorang penumpang kapal pesiar mengungkapkan suasana mencekam di dalam kapal lantaran mereka harus menjalani isolasi ketat untuk mencegah penularan virus berbahaya tersebut.

Di sisi lain, organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga melaporkan tiga orang tewas di atas kapal pesiar yang sedang melintasi Samudra Atlantik, di mana satu di antaranya telah dikonfirmasi positif terjangkit Hantavirus.

Baca Juga: Tiga Jemaah Haji Sumsel Sakit di Tanah Suci, Tim Medis Siaga 24 Jam

WHO menyatakan bahwa hingga saat ini satu kasus infeksi Hantavirus telah dikonfirmasi melalui uji laboratorium, sementara lima kasus lainnya masih berstatus suspek.

Dari enam individu yang terdampak, tiga orang meninggal dunia dan satu orang kini dalam perawatan intensif di Afrika Selatan.

Wabah ini terjadi di atas kapal pesiar MV Hondius, yang sedang melakukan perjalanan dari Ushuaia, Argentina, menuju Tanjung Verde.

Baca Juga: Ratu Dewa Terima Masukan LKPSS, Penanganan Banjir Jadi Fokus Utama

Lantas, apa itu hantavirus dan bagaimana gejala serta penularannya? Simak ulasannya berikut ini.

Apa Itu Hantavirus?

Hantavirus adalah virus yang dibawa oleh tikus dan hewan pengerat lainnya.

Penularan terjadi saat seseorang menghirup partikel virus dari urin, kotoran, atau sarang tikus yang terkontaminasi.

Baca Juga: Rumah Dirusak OTK, Wanita di Palembang Diteror dengan Ancaman Senjata Api

Cara Penularan Hantavirus

Proses penularan hantavirus imumnya terjadi saat:

  • Menghirup debu dari kotoran tikus kering

  • Membersihkan gudang, loteng, atau tempat lama yang kotor

  • Menyentuh benda terkontaminasi lalu menyentuh wajah

  • Gigitan tikus juga bisa menularkan, tetapi jarang terjadi.

Baca Juga: Pengedar Narkoba Sinte Dibekuk di Kos, Jaringan Online Masih Diburu

Gejala yang Muncul

Gejala awal sering mirip flu, seperti:

  • Demam dan lemas

  • Nyeri otot dan sakit kepala

  • Mual atau muntah

Baca Juga: 190 Komoditas Naik, Sumsel Tetap Alami Deflasi pada April 2026

Dalam kondisi serius, bisa berkembang menjadi gangguan paru-paru dengan gejala batuk dan sesak napas.

Hantavirus bisa berakibat fatal jika tidak ditangani, terutama saat sudah menyerang pernapasan.

Perkembangan Situasi dan Rencana Evakuasi

Baca Juga: Dikritik Soal Jalan Rusak dan Banjir, Herman Deru: Tak Semua Kewenangan di Pemprov

Tim medis dilaporkan telah diterjunkan ke dalam kapal untuk meninjau langsung kondisi para penumpang yang telah terkonfirmasi maupun suspek.

Dalam rekaman video yang dirilis oleh AFP, nampak lima petugas kesehatan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap, mulai dari baju hazmat putih, sepatu bot, hingga masker wajah, terlihat menaiki kapal menggunakan perahu kecil.

Di sisi lain, pemerintah Cape Verde juga telah mengirimkan tim spesialis yang terdiri dari dokter bedah, perawat, dan ahli laboratorium untuk memberikan dukungan medis langsung di atas kapal.

Baca Juga: Tiga Daerah di Sumsel Ditarget Punya Dewan Pengupahan, UMK Sendiri Berlaku 2028

Langkah ini diambil sebagai komitmen kemanusiaan sekaligus upaya proteksi bagi penduduk lokal Cape Verde yang berjumlah kurang dari 200 ribu jiwa.

Sementara itu, dalam laporan terbarunya, WHO mengumumkan soal perkembangan rencana evakuasi.

Pasien yang berada dalam kondisi kritis rencananya akan segera dievakuasi ke Belanda untuk mendapatkan perawatan medis intensif.

Setelah proses evakuasi medis tersebut selesai, kapal MV Hondius dijadwalkan melanjutkan pelayaran menuju Kepulauan Canary, Spanyol.

Baca Juga: Varita Pusri Gelar Pelatihan Manajemen Proyek, Perkuat Kompetensi SDM Industri

Direktur Kesiapsiagaan Pandemi WHO, Dr. Maria Van Kerkhove menyatakan, pihak berwenang Spanyol telah menyatakan kesiapan mereka untuk menerima kapal tersebut di pelabuhan Las Palmas atau Tenerife.

Operator kapal, Oceanwide Expeditions menyatakan telah menerapkan protokol respon tingkat tertinggi atau Level 3.

Selain isolasi total di dalam kamar, protokol ini mencakup standar higienitas ekstrem dan pemantauan kesehatan secara berkala bagi 88 penumpang dan 61 kru yang ada di atas kapal.

Baca Juga: Mutasi Besar di Polrestabes Palembang, Sejumlah Kapolsek hingga Kasat Intelkam Berganti

Meski ruang gerak sangat terbatas, pihak operator mengklaim suasana di atas kapal tetap tenang.

Penumpang dilaporkan bersikap kooperatif dan memahami langkah-langkah pencegahan yang diambil demi keselamatan bersama. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.