Mengenal Hantavirus, Wabah yang Membuat Ratusan Penumpang Kapal Pesiar MV Hondius Tertahan di Samudra Atlantik

AKURAT.CO SUMSEL - Kata kunci hantavirus masuk dalam jajaran trending topik mesin pencarian Google dalam beberapa hari terakhir.
Laporan soal dugaan hantavirus mencuat usai seorang penumpang kapal pesiar mengungkapkan suasana mencekam di dalam kapal lantaran mereka harus menjalani isolasi ketat untuk mencegah penularan virus berbahaya tersebut.
Di sisi lain, organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga melaporkan tiga orang tewas di atas kapal pesiar yang sedang melintasi Samudra Atlantik, di mana satu di antaranya telah dikonfirmasi positif terjangkit Hantavirus.
Baca Juga: Tiga Jemaah Haji Sumsel Sakit di Tanah Suci, Tim Medis Siaga 24 Jam
WHO menyatakan bahwa hingga saat ini satu kasus infeksi Hantavirus telah dikonfirmasi melalui uji laboratorium, sementara lima kasus lainnya masih berstatus suspek.
Dari enam individu yang terdampak, tiga orang meninggal dunia dan satu orang kini dalam perawatan intensif di Afrika Selatan.
Wabah ini terjadi di atas kapal pesiar MV Hondius, yang sedang melakukan perjalanan dari Ushuaia, Argentina, menuju Tanjung Verde.
Baca Juga: Ratu Dewa Terima Masukan LKPSS, Penanganan Banjir Jadi Fokus Utama
Lantas, apa itu hantavirus dan bagaimana gejala serta penularannya? Simak ulasannya berikut ini.
Apa Itu Hantavirus?
Hantavirus adalah virus yang dibawa oleh tikus dan hewan pengerat lainnya.
Penularan terjadi saat seseorang menghirup partikel virus dari urin, kotoran, atau sarang tikus yang terkontaminasi.
Baca Juga: Rumah Dirusak OTK, Wanita di Palembang Diteror dengan Ancaman Senjata Api
Cara Penularan Hantavirus
Proses penularan hantavirus imumnya terjadi saat:
Menghirup debu dari kotoran tikus kering
Membersihkan gudang, loteng, atau tempat lama yang kotor
Menyentuh benda terkontaminasi lalu menyentuh wajah
Gigitan tikus juga bisa menularkan, tetapi jarang terjadi.
Baca Juga: Pengedar Narkoba Sinte Dibekuk di Kos, Jaringan Online Masih Diburu
Gejala yang Muncul
Gejala awal sering mirip flu, seperti:
Demam dan lemas
Nyeri otot dan sakit kepala
Mual atau muntah
Baca Juga: 190 Komoditas Naik, Sumsel Tetap Alami Deflasi pada April 2026
Dalam kondisi serius, bisa berkembang menjadi gangguan paru-paru dengan gejala batuk dan sesak napas.
Hantavirus bisa berakibat fatal jika tidak ditangani, terutama saat sudah menyerang pernapasan.
Perkembangan Situasi dan Rencana Evakuasi
Baca Juga: Dikritik Soal Jalan Rusak dan Banjir, Herman Deru: Tak Semua Kewenangan di Pemprov
Tim medis dilaporkan telah diterjunkan ke dalam kapal untuk meninjau langsung kondisi para penumpang yang telah terkonfirmasi maupun suspek.
Dalam rekaman video yang dirilis oleh AFP, nampak lima petugas kesehatan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap, mulai dari baju hazmat putih, sepatu bot, hingga masker wajah, terlihat menaiki kapal menggunakan perahu kecil.
Di sisi lain, pemerintah Cape Verde juga telah mengirimkan tim spesialis yang terdiri dari dokter bedah, perawat, dan ahli laboratorium untuk memberikan dukungan medis langsung di atas kapal.
Baca Juga: Tiga Daerah di Sumsel Ditarget Punya Dewan Pengupahan, UMK Sendiri Berlaku 2028
Langkah ini diambil sebagai komitmen kemanusiaan sekaligus upaya proteksi bagi penduduk lokal Cape Verde yang berjumlah kurang dari 200 ribu jiwa.
Sementara itu, dalam laporan terbarunya, WHO mengumumkan soal perkembangan rencana evakuasi.
Pasien yang berada dalam kondisi kritis rencananya akan segera dievakuasi ke Belanda untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Setelah proses evakuasi medis tersebut selesai, kapal MV Hondius dijadwalkan melanjutkan pelayaran menuju Kepulauan Canary, Spanyol.
Baca Juga: Varita Pusri Gelar Pelatihan Manajemen Proyek, Perkuat Kompetensi SDM Industri
Direktur Kesiapsiagaan Pandemi WHO, Dr. Maria Van Kerkhove menyatakan, pihak berwenang Spanyol telah menyatakan kesiapan mereka untuk menerima kapal tersebut di pelabuhan Las Palmas atau Tenerife.
Operator kapal, Oceanwide Expeditions menyatakan telah menerapkan protokol respon tingkat tertinggi atau Level 3.
Selain isolasi total di dalam kamar, protokol ini mencakup standar higienitas ekstrem dan pemantauan kesehatan secara berkala bagi 88 penumpang dan 61 kru yang ada di atas kapal.
Baca Juga: Mutasi Besar di Polrestabes Palembang, Sejumlah Kapolsek hingga Kasat Intelkam Berganti
Meski ruang gerak sangat terbatas, pihak operator mengklaim suasana di atas kapal tetap tenang.
Penumpang dilaporkan bersikap kooperatif dan memahami langkah-langkah pencegahan yang diambil demi keselamatan bersama. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Jadwal Timnas Indonesia Vs Vietnam, Laga Penentu Tiket Semifinal Piala AFF U 19 2026
- 3Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 4Kapan PIP Kemendikdasmen Juni 2026 Cair? Pantau Jadwal Penyaluran Termin 2 di Sini
- 5Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 6Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 85 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem




