Sumsel
HL Sumsel

Fakta Terbaru Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur: Sopir Green SM Baru 3 Hari Kerja dan Pelatihan Sekali

Septiyanti Dwi Cahyani | 2 Mei 2026, 14:51 WIB
Fakta Terbaru Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur: Sopir Green SM Baru 3 Hari Kerja dan Pelatihan Sekali
Ilustrasi taksi Green SM (Dok. Green SM)

AKURAT. CO SUMSEL - Tragedi kecelakaan maut yang melibatkan kereta api jarak jauh, KRL Jabodetabek dan Taksi Green SM di Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) menyisakan duka mendalam bagi banyak pihak.

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan polisi dan tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Satu per satu fakta mulai terkuak, teranyar soal sopir taksi SM yang berisinisial RRP ternyata baru bekerja tiga hari dan hanya mendapatkan pelatihan singkat selama satu hari.

Baca Juga: Terbongkar dari Laporan Warga, Polisi Ungkap Dugaan Jaringan Sabu di Jakabaring

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan sopir tersebut baru menjalani pengenalan dasar terkait pengoperasian kendaraan.

Selain itu, polisi mengungkap bahwa mobil yang dikemudikan RRP sempat berhenti diduga karena masalah mesin saat berada di jalur rel.

Kondisi semakin genting ketika pintu kendaraan tidak dapat dibuka, hingga akhirnya sopir keluar melalui jendela.

Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Palembang Naik Tipis Hari Ini, Mendekati Rp15 Juta per Suku

Sopir Taksi Masih Berstatus Saksi
Polisi mengatakan status sopir taksi Green SM saat ini masih sebagai saksi dan belum dilakukan penahanan.

Polisi juga mengatakan bahwa kasus kecelakaan ini masih dalam tahap penyidikan.

Polisi masih harus melakukan pendalaman untuk bisa mengetahui penyebab kendaraan berhenti di rel secara pasti.

Baca Juga: Nissan Siapkan GT-R R36, Arah Baru Mobil Performa di Era Elektrifikasi

Diberitakan sebelumnya, telah terjadi kecelakaan di mana KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Surabaya  pada Senin (27/4/2026) malam.

KA Argo Bromo dilaporkan menabrak KRL yang saat itu sedang berhenti di sebuah perlintasan kereta di Bekasi Timur.

Tragedi ini diawali dengan KRL menemper mobil taksi Green SM yang tiba-tiba berhenti di perlintasan rel kereta karena diduga mengalami korsleting listrik.

Baca Juga: Iran Tuduh AS Tidak Transparan soal Biaya Perang, Pentagon Bantah Klaim Membengkak

Akibat insiden tersebut, 16 penumpang dilaporkan tewas dan puluhan orang luka-luka.

Semua korban meninggal adalah perempuan yang berasal dari gerbong khusus perempuan KRL.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.