Fakta Terbaru Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur: Sopir Green SM Baru 3 Hari Kerja dan Pelatihan Sekali

AKURAT. CO SUMSEL - Tragedi kecelakaan maut yang melibatkan kereta api jarak jauh, KRL Jabodetabek dan Taksi Green SM di Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) menyisakan duka mendalam bagi banyak pihak.
Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan polisi dan tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Satu per satu fakta mulai terkuak, teranyar soal sopir taksi SM yang berisinisial RRP ternyata baru bekerja tiga hari dan hanya mendapatkan pelatihan singkat selama satu hari.
Baca Juga: Terbongkar dari Laporan Warga, Polisi Ungkap Dugaan Jaringan Sabu di Jakabaring
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan sopir tersebut baru menjalani pengenalan dasar terkait pengoperasian kendaraan.
Selain itu, polisi mengungkap bahwa mobil yang dikemudikan RRP sempat berhenti diduga karena masalah mesin saat berada di jalur rel.
Kondisi semakin genting ketika pintu kendaraan tidak dapat dibuka, hingga akhirnya sopir keluar melalui jendela.
Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Palembang Naik Tipis Hari Ini, Mendekati Rp15 Juta per Suku
Sopir Taksi Masih Berstatus Saksi
Polisi mengatakan status sopir taksi Green SM saat ini masih sebagai saksi dan belum dilakukan penahanan.
Polisi juga mengatakan bahwa kasus kecelakaan ini masih dalam tahap penyidikan.
Polisi masih harus melakukan pendalaman untuk bisa mengetahui penyebab kendaraan berhenti di rel secara pasti.
Baca Juga: Nissan Siapkan GT-R R36, Arah Baru Mobil Performa di Era Elektrifikasi
Diberitakan sebelumnya, telah terjadi kecelakaan di mana KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Surabaya pada Senin (27/4/2026) malam.
KA Argo Bromo dilaporkan menabrak KRL yang saat itu sedang berhenti di sebuah perlintasan kereta di Bekasi Timur.
Tragedi ini diawali dengan KRL menemper mobil taksi Green SM yang tiba-tiba berhenti di perlintasan rel kereta karena diduga mengalami korsleting listrik.
Baca Juga: Iran Tuduh AS Tidak Transparan soal Biaya Perang, Pentagon Bantah Klaim Membengkak
Akibat insiden tersebut, 16 penumpang dilaporkan tewas dan puluhan orang luka-luka.
Semua korban meninggal adalah perempuan yang berasal dari gerbong khusus perempuan KRL.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 3Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 4Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 55 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 6Jadwal Piala Dunia 2026: Qatar vs Swiss, Brazil Hadapi Maroko, hingga Haiti Tantang Skotlandia
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 8Bansos BPNT Juni 2026 Cair Kapan? Ini Cara Cek Status Penerima, Nominal, dan Jadwal Pencairan
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem






