Sumsel

Kisah Pilu Anak-anak Daycare Aresha: Tubuh Lebam, Tidur Tanpa Pakaian dan Kaki Terikat

Septiyanti Dwi Cahyani | 25 April 2026, 16:45 WIB
Kisah Pilu Anak-anak Daycare Aresha: Tubuh Lebam, Tidur Tanpa Pakaian dan Kaki Terikat
Ilustrasi daycare (Unsplash)

AKURAT.CO SUMSEL - Kasus penganiayaan anak di tempat penitipan anak atau daycare kembali terjadi.

Tragedi memilukan bagi anak-anak itu terjadi di Daycare Little Aresha yang terletak di Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Kasus ini viral usai digerebek aparat kepolisian dan video yang menunjukkan kondisi anak-anak di daycare tersebut beredar luas di media sosial.

Baca Juga: Herman Deru Ingatkan Ancaman Karhutla Jelang Kemarau Panjang

Penggerebekan tersebut terjadi lantaran adanya dugaan penganiayaan kepada balita yang dititipkan di daycare tersebut.

Anak Dibiarkan Tidur Tanpa Pakaian dengan Kaki Terikat

Video-video yang menunjukkan kondisi memilukan anak-anak di daycare Aresha ramai beredar di media sosial.

Baca Juga: Teror Debt Collector Kian Meresahkan, Tipu Layanan Darurat Damkar hingga Ambulans

Dalam rekaman yang beredar, nampak sejumlah balita yang diduga menjadi korban kekerasan di sebuah tempat penitipan anak (daycare) sedang berbaring (tidur) di atas matras dalam kondisi tanpa pakaian hanya mengenakan popok dan kaki terikat tali.

Sementara dalam video lainnya, seorang balita menjawab rangkaian pertanyaan dari sang ibu terkait apa saja yang dilakukan Miss saat di sekolah (daycare).

Balita itu pun menjawab bahwa dirinya diikat dengan tali sambil menunjuk bagian tubuh mana yang diikat.

Baca Juga: Skandal Solar Ilegal Terbongkar di Banyuasin, Polisi Sita 82 Ribu KL dari Dua Kapal

Balita tersebut juga mengaku mulutnya ditutup agar sang ibu tidak mendengar dirinya menangis.

Kasus ini pun seketika menarik perhatian dan kecaman publik.

Sebagian besar netizen terus mendesak pihak berwenang serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk segera melakukan investigasi mendalam guna memastikan lokasi kejadian dan menyelamatkan anak-anak yang menjadi korban.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.