Polisi Tangkap Tersangka Pembacokan Ketua KPPS di Palembang, Pelaku Merasa Sakit Hati Dan Tersinggung

AKURAT.CO SUMSEL Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono, menyebut bahwa motif di balik tindakan pembacokan yang dilakukan oleh tersangka Rio Verlanda (34) lantaran merasa sakit hati.
Tersangka yang merupakan anggota linmas ini, lantas menyerang korban Osa (30) yang merupakan Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 17.
Peristiwa itu terjadi saat korban sedang melakukan rekapitulasi suara.
"Dari hasil penyelidikan, motif tindakan tersangka terhadap korban adalah karena tersangka merasa sakit hati dan tersinggung," ujarnya, Sabtu (17/2/2024).
Ia pun menceritakan kronologi kejadian bermula saat adik ipar (tersangka) bersama istrinya datang ke TPS untuk melakukan pencoblosan di TPS 17.
Namun, korban mengomentari istrinya yang sedang hamil, hingga pelaku sakit hati dan tersinggung.
Baca Juga: Akhir Pelarian Pelaku Pembacok Ketua KPPS di TPS Palembang, Polisi Ungkap Masih Lakukan Pengembangan
Karena tersinggung, tersangka pun langsung pulang kerumah dan mengambil senjata tajam (sajam) jenis golok dan membacok korban.
“Akibat kejadian korban mengalami luka-luka robek di kepala bagian atas sebelah kiri dan langsung dilarikan ke RS AK Gani Palembang, guna mendapatkan pertolongan medis,” jelasnya.
Selain mengamankan pelaku, Polrestabes Palembang juga turut mengamankan barang bukti yakni, satu buah sajam jenis golok, satu lembar baju kemeja lengan panjang dan satu lembar lengan panjang warna biru terdapat bercak darah
Sementara itu, pelaku Rio Verlanda mengakui perbuatannya lantaran sakit hati dan tersinggung.
“Saya melakukan aksi tersebut, karena sakit hati dan tersinggung terhadap omongan korban Pak,” ungkapnya.
Atas ulahnya, Rio Verlanda dikenakan pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.
Sebagai informasi, kejadian ini terjadi di TPS 27, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II Palembang, Rabu (14/2/2024).
Korban mengalami luka robek di kepala bagian atas sebelah kiri dan langsung dilarikan ke RS AK Gani Palembang, guna mendapatkan pertolongan medis. (Denny Wahyudi)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









