BMKG Ingatkan 5 Wilayah RI Berpotensi Tsunami Imbas Gempa Filipina, Apa yang Harus Dilakukan ?

AKURAT. CO SUMSEL - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyerukan peringatan Waspada Tsunami di sejumlah daerah Indonesia, khususnya Sulawesi dan Papua.
Peringatan ini muncul akibat gempa bermagnitudo 7,6 SR yang mengguncang Filipina pada Jumat (10/10/2025) pagi.
Berdasarkan catatan BMKG, titik gempa berada pada 7.34 lintang utara dan 126.87 bujur timur, tepatnya 287 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara (Sulut) atau masuk ke dalam wilayah Mindanao, Filipina.
Baca Juga: Sumsel Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari BNPB untuk Perkuat Penanganan Karhutla
Getaran gempa dilaporkan juga dirasakan cukup kuat di Tahuna dengan skala intensitas IV MMI atau dirasakan banyak orang di dalam rumah.
Daftar 5 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami
Data di laman resmi BMKG menunjukkan peringatan dini waspada tsunami muncul untuk 4 daerah Sulawesi Utara dan 1 daerah di Papua.
Baca Juga: Kasus Siswa SMKN 7 Palembang yang Dituduh Gunakan Narkoba, Kini Ditangani Dinas Pendidikan Sumsel
Potensi ketinggian gelombang mencapai 0,5 meter dengan estimasi kedatangan gelombang berbeda-beda di bawah pukul 13.00 WIB. Berikut rincian datanya:
1. Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, estimasi gelombang tiba pukul 09:59:58 WITA.
2. Kota Bitung, Sulawesi Utara, estimasi gelombang tiba pukul 10:49:13 WITA.
3. Minahasa Utara Bagian Selatan, Sulawesi Utara, estimasi gelombang tiba pukul 11:02: 13 WITA.
4. Minahasa Bagian Selatan, Sulawesi Utara, estimasi gelombang tiba pukul 11:01:28 WITA.
5. Supiori, Papua, estimasi kedatangan gelombang: 10 Oktober 2025 pukul 12:26:43 WIT.
Baca Juga: Jelang Akhir Pekan, Emas Perhiasan Palemba Turun Tipis
Dengan adanya peringatan tersebut, masyarakat pun diinbau agar masyarakat tetap tenang dan menjauhi pantai serta tepian sungai untuk sementara.
Hal-hal yang Harus Dilakukan Saat Ada Peringatan Tsunami
Lantas, apa yang harus dilakukan saat ada peringatan dini waspada tsunami ?
Baca Juga: 3 Makanan Lezat yang Cocok Disantap Usai Salat Jumat, Bikin Perut Kenyang dan Hati Senang
BMKG dalam laman resminya pernah merilis panduan yang harus dilakukan masyarakat bila terjadi gempa yang berpotensi tsunami. Berikut langkah-langkahnya:
1. Jauhi pantai dan menuju dataran tinggi
2. Evakuasi mandiri ke tempat evakuasi sementara (TES)
Baca Juga: 5 Cara Ampuh Menghilangkan Ketergantungan pada Hal Negatif, Awali Langkah Menuju Hidup Lebih Sehat
3. Jika ancaman tsunami berakhir, pindah ke tempat evakuasi akhir (TEA) dengan mengikuti arahan pihak berwenang
4. Jika tidak terjadi tsunami, warga bisa kembali ke rumah
5. Jika harus tinggal di TEA lebih lama, pihak berwenang harus memberikan dukungan fasilitas dan dukungan medis lebih baik.
Baca Juga: Besaran Gaji hingga Jenis-jenis Tunjangan yang Akan Diterima PPPK Paruh Waktu
BMKG menjelaskan, jarak waktu antara pascagempa bumi dan pemicu tsunami lainnya dengan peristiwa tsunami menerjang bisa mencapai beberapa jam.
Selama beberapa jam tersebut, lakukan evakuasi tsunami.
Kemudian, tunggu pernyataan resmi dari pihak berwenang bahwa ancaman tsunami berakhir.
Waktu tunggu ini dapat berlangsung selama beberapa jam, hari, hingga minggu. Pastikan untuk terus memantau informasi tsunami di laman resmi InaTEWS dan infoBMKG. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









