Sumsel

Kilas Balik Misteri Kematian ADP, Sang Diplomat Muda Pelindung WNI Bermasalah di Luar Negeri

St Shofia Munawaroh | 30 Juli 2025, 07:00 WIB
Kilas Balik Misteri Kematian ADP, Sang Diplomat Muda Pelindung WNI Bermasalah di Luar Negeri

AKURAT. CO SUMSEL - Polisi telah mengungkap penyebab kematian Arya Daru Pangayunan alias ADP pada konferensi pers yang digelar kemarin, Selasa (29/7/2025).

Polisi menyebut, Diplomat Muda itu tewas karena bunuh diri bahkan sudah memiliki keinginan melakukan hal tersebut sejak 2013.

Hal itu diketahui melalui pemeriksaan digital forensic terhadap alat elektronik milik ADP.

Baca Juga: Polisi Sebut ADP Tewas karena Bunuh Diri, Sudah Ada Keinginan Sejak 2013

Di mana ditemukan sebuah email yang ditujukan kepada lembaga pertolongan di Inggris terhadap orang-orang yang memiliki masalah dengan kesehatan mental.

Berikut adalah rangkuman kejanggalan, analisis para ahli hingga hasil penyeledikan polisi terkait kematian ADP. 

8 Juli 2025, Tabir Mencuat

Baca Juga: Diduga Gelapkan Motor Teman, Pemuda di Jakabaring Diamankan Keluarga Korban

Sebelumnya, ADP ditemukan tewas di dalam kamar kosnya di kawasan Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat pada 8 Juli 2025.

ADP pertama kali ditemukan oleh penjaga kos dengan kondisi kepala terlilit lakban dan tubuh ditutupi selimut.

Kematiannya yang mendadak dan janggal meninggalkan banyak pertanyaan. 

Baca Juga: Pelanggaran Lalu Lintas Masih Tinggi, ETLE dan Razia Gabungan Ungkap Ribuan Kasus

Proses Penyelidikan Polisi

Polisi lalu mulai melakukan penyelidikan.

Sebanyak 24 orang diperiksa, termasuk istri dan Siswanto, sang penjaga kos yang sempat dicurigai terlibat dalam kasus kematian ADP.

Baca Juga: Harga Bawang Merah di Palembang Melonjak Tajam, Tembus Rp60 Ribu per Kilogram

Polisi juga memeriksa rekamam CCTV di 20 titik lokasi yang berkaitan dengan pergerakan ABD sebelum ditemukan tewas. 

7 Juli 2025, Belanja dan Naik Rooftop Gedung Kemlu

Pada 7 Juli 2025 sekitar pukul 21.09 WIB, ADP terlihat naik ke rooftop lantai 12 Gedung Kemlu RI dan berdiam diri di sana selama lebih dari 1 jam.

Baca Juga: Gubernur Herman Deru Targetkan Sumsel Bebas Asap Karhutla di 2025

Saat naik ke rooftop tersebut, ADP terlihat membawa tas punggung dan juga tas belanja.

Namun, saat turun ia sudah tidak terlihat membawa kedua tas tersebut.

1,5 hari setelahnya di samping tangga darurat rooftop Gedung Kemlu RI.

Baca Juga: Diduga Jadi Korban Tipu Gelap Oknum Polisi Gadungan, Warga Palembang Kehilangan Motor

Tas tersebut berisi barang-barang pribadi ADP. 

Termasuk laptop, obat-obatan, alat-alat kantor dan barang yang dibeli dari pusat perbelanjaan Grand Indonesia (GI) sebelumnya. 

HP Dinyatakan Hilang

Baca Juga: Diduga Jadi Korban Tipu Gelap Oknum Polisi Gadungan, Warga Palembang Kehilangan Motor

Sampai saat ini, HP milik ADP yang dinyatakan hilang masih belum ditemukan.

Kompolnas sempat menyebut keberadaan HP tersebut tak lagi penting lantaran beberapa informasi sudah diketahui melalui pemeriksaan perangkat lain yang terhubung dengan ponsel ADP. 

Sementara polisi mangatakan HP tersebut terakhir aktif di salah satu pusat perbelanjaan atau mal di kawasan Jakarta Pusat, setelah itu HP dinonaktifkan. 

Baca Juga: Bengkel Kecil di Palembang Dibobol, Pemilik Rugi Rp10 Juta

Misteri Lakban Kuning

Berdasarkan keterangan istri ADP, lakban kuning tersebut dibeli oleh ADP sendiri di sebuah toko yang ada di Yogyakarta.

Sementara di lingkup Kemlu, lakban kuning disebut memang sering digunakan sebagai penanda barang saat berada di bandara. 

Baca Juga: 1200 Personel Gabungan Ikuti Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Sumsel

Hasil Autopsi

Dalam konferensi pers yang digelar Selasa (29/7/2025), polisi juga mengumumkan hasil laboratorium forensik yang sebelumnya dijanjikan selesai dalam sepekan namun akhirnya baru diumumkan 20 hari kemudian.

Berikut paparannya:

Baca Juga: Update Harga Emas Perhiasan Palembang Selasa 29 Juli 2025, Turun Rp50 Ribu per Suku

1. Dokter forensik dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr. G. Yoga Tohijiwa, Sp.FM, menyebut ADP meninggal karena mati lemas yang disebabkan oleh gangguan pertukaran oksigen di saluran napas bagian atas. 

2. Dokter Yoga juga menjelaskan adanya memar pada tubuh ADP, namun bukan merupakan tanda kekerasan.

3. Tidak ada zat kimia/racun di tubuh ADP. 

Baca Juga: Kecelakaan Beruntun di Parameswara, Pengemudi Diduga Lalai hingga Tabrak Gerobak dan Motor

Diplomat Muda Pelindung WNI 

Arya Daru Pangayunan merupakan seorang Diplomat Muda Kemlu RI.

Ia dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi terhadap pekerjaannya.

Baca Juga: Remaja Luka Berat Usai Tabrak Truk Lawan Arah di Jalan TPH Sopian Kenawas Palembang

Diplomat Muda itu juga dikenal aktif di bidang perlindungan dan pemulangan warga negara Indonesia.

Ia terlibat dalam upaya evakuasi WNI, termasuk anak-anak yang telantar di luar negeri, serta pemulangan dari negara-negara seperti Turki dan Iran.

Bahkan, ADP pernah menjadi saksi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Jepang. (*) 

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.