Mengenang Sosok IGK Manila, Eks Manajer Timnas dan Persija yang Dijuluki Bapak Wushu Indonesia

AKURAT. CO SUMSEL - Kabar duka tengah menyelimuti dunia olahraga dan militer Indonesia.
Mantan manajer Persija dan Timnas Indonesia, I Gusti Kompyang (IGK) Manila dilaporkan meninggal dunia pada Senin (18/8/2025).
Saat ini, jenazah disemayamkan di Aula Bela Negara (ABN) Partai NasDem di kawasan Pancoran, Jakarta sebelum nantinya akan dikremasi di RS Gatot Soebroto pada Rabu (20/8/2025) mendatang.
Baca Juga: Hasil Klasemen Akhir Piala Kemerdekaan 2025, Indonesia Jadi Runner Up
Sebelum pemberangkatan kremasi, akan dilaksanakan upacara kebesaran di ABN terlebih dahulu sebagai penghormatan atas jasa dan pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara.
Profil IGK Manila
IGK Manila merupakan pria kelahiran Singaraja, Bali pada 8 Juli 1942 silam.
Pada 1964, ia lulus dari Akademi Militer Nasional cabang Polisi Militer.
Setelah itu, ia pun meniti karier di bidang militer hingga berpangkat Mayor Jenderal TNI AD.
Karier Militer IGK Manila
Baca Juga: Sebagian Sumsel Berpotensi Dilanda Hujan Ringan Selasa 19 Agustus 2025
Dalam karier militer, Manila menempuh jenjang pangkat dari Letnan Dua hingga Mayor Jenderal dan mengemban berbagai jabatan penting.
Seperti komandan batalyon, staf ahli, hingga anggota pimpinan TNI AD.
Manila juga pernah menduduki beberapa jabatan penting seperti Ketua STPDN (1995–1998), Sekretaris Jenderal di Departemen Penerangan (1998–2000), dan Wakil Ketua Umum ORARI.
Baca Juga: Jelang Liga Championship, Sriwijaya FC Intensifkan Uji Coba Hadapi Lawan Sepadan
Kontribusi di Bidang Olahraga
Di dunia olahraga, Manila banyak memberikan kontribusi di berbagai cabang olahraga.
Sebelum menjadi manajer Timnas Indonesia, Manila sudah dikenal sebagai Bapak Wushu Indonesia lantaran kontribusinya dalam memperkenalkan cabang olahraga tersebut di Tanah Air.
Baca Juga: Efisiensi Dana Transfer Daerah Dinilai Bisa Hambat Kinerja Pemda di Sumsel
Ia menjadi Ketua Umum pertama PB Wushu Indonesia sejak organisasi itu dibentuk pada 10 November 1992 dan melakukan pembinaan serta sosialisasi ke berbagai provinsi demi mengembangkan cabang wushu.
Perannya melesat ketika ia berhasil membawa 14 atlet pelatnas wushu menimba ilmu di Shanxi, China, guna meningkatkan kemampuan mereka.
Hal ini menjadi tonggak penting dalam membentuk atlet berstandar internasional di Indonesia.
Di dunia sepak bola, Manila juga turut menorehkan prestasi ketika berhasil mengantarkan Timnas Indonesia ke ajang SEA Games 1991 dan membawa pulang medali emas. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









