Deretan Pengakuan Korban Pelecehan Seksual Dokter Kandungan di Garut, Ada yang Dilecehkan Saat Kontraksi Jelang Persalinan

AKURAT. CO SUMSEL - Fakta-fakta baru kasus pelecehan seksual terhadap pasien ibu hamil yang dilakukan oknum dokter kandungan di Garut mulai terungkap.
Salah satunya pengakuan dari para korban yang mulai bermunculan satu per satu di media sosial.
Pengakuan-pengakuan itu lantas diunggah melalui akun-akun Instagram termasuk Dokter Gigi Mirza Mangku Anom yang terbilang cukup aktif bersuara sejak kasus ini muncul.
Baca Juga: Real Madrid vs Arsenal: Ujian Comeback Sang Raja Eropa di Santiago Bernabeu
Berikut adalah deretan pengakuan korban pelecehan seksual yang dilakukan oknum dokter kandungan di Garut:
1. Pengakuan korban dilecehkan saat kontraksi jelang melahirkan
"Posisi waktu itu saya sedang kontraksi mau melahirkan dok, lagi kontraksi, lagi sakit-sakitnya. Dokter Iril remas payudara saya katanya biar terangsang dan cepat keluar si bayi. Tapi saya malah nggak konsen dok buyar semua padahal posisi lagi mengejan. Padahal di sana ada bidan kenapa nggak suruh bidan aja ya dok. Pas anak udah lahir dia nanya sudah keluar belum ASI nya sambil megang payudara saya nggak pake excuse"
Baca Juga: Merawat Mobil Listrik Tak Sesulit yang Dibayangkan, Ini Tips Simpelnya
2. Pengakuan korban seorang perawat dilecehkan saat sedang berjaga
"Dok aku salah satu perawat yang pernah kerja sama dia, dulu pas masih fresh graduate dia emang terkenal suka lecehin pasien dan perawat-perawat lain. Aku salah satunya, waktu itu lagi jaga sendirian karena cuma ada satu bayi. Dia masuk ke ruangan terus ngeraba pinggang sampe bawah aku kaget gementeran nggak bisa apa-apa, akhirnya aku cuma bisa nangis".
Baca Juga: Waspada Batuk Berdarah, Kenali Penyebab Hemoptisis Sebelum Terlambat
3. Melakukan pelecehan seksual terhadap ART
"For your info, dr. I ini bernama Iril dengan nama panjang Syafril Firdaus. Dia merupakan mantan suami sepupu saya yang sempat main tangan terhadap sepupu saya dan juga attempt tindakan cabul terhadap pembantu rumah tangga mereka," tulis akun media sosial X @marwan_militia.
Baca Juga: Jumbo Tembus 3,5 Juta Penonton, Sang Sutradara Sebut Masih Speechless Doanya di Tanah Suci Terkabul
4. Kesaksian perawat dokter lakukan pelecehan seksual saat periksa dalam jelang persalinan
"Dok kalo melakukan PD (Periksa Dalam/cek bukaan) lama dok sampai pasien risih"
5. Modus Pelecehan Seksual
Baca Juga: Mengenal Ragam Motif Songket Palembang, Ada yang Sudah Mendunia
Salah seorang perawat yang pernah bekerja sama dengan MSF pun turut buka suara.
Ia mengungkapkan modus pelaku saat melakukan aksi bejatnya.
Menurut kesaksian seorang perawat yang tak disebutkan identitasnya itu, MSF akan mengawali modus aksi bejatnya dengan memberikan iming-iming USG gratis kepada pasien.
Setiap korban yang dijanjikan UGS gratis itu akan dijadwalkan periksa dengan nomor antrian paling akhir.
Agar aksinya berjalan dengan mulus, MSF akan meminta perawat jaga yang menjadi asistennya untuk pulang duluan.
Hal ini sekaligus menjadi jawaban komentar warganet yang menanyakan keberadaan asisten perawat saat MSF praktik.
Baca Juga: Pemkot Palembang Jadikan RS Permata Role Model Pelayanan Kesehatan untuk 1,8 Juta Warga
Sementara itu, untuk suami atau pihak keluarga yang menemani akan selalu dialihkan perhatiannya agar fokus ke layar monitor yang berisi rekaman video USG ibu hamil, sehingga tidak memperhatikan tindakan asusila yang dilakukan MSF kepada pasien atau ibu hamil.
6. Korban pelecehan tak pandang status dan usia
Masih menurut kesaksian para nakes yang pernah bekerja dengan MSF, tindakan pelecehan yang dilakukukan oknum dokter kandungan itu tak hanya ditujukan pada ibu hamil.
Baca Juga: Lonjakan Arus Peti Kemas di Boom Baru Jadi Sinyal Positif Ekspor-Impor Palembang
Melainkan dengan pasien-pasien non hamil bahkan bidan hingga perawat yang bekerja sama dengan MSF.
Selain tindakan langsung, MSF juga melakukan pelecehan seksual verbal melalui chat-chat kurang pantas yang dikirimkan kepada pasien maupun rekan-rekan sejawatnya.
Baca Juga: Kolaborasi Budaya: Ratu Dewa dan Helmy Yahya Satukan Visi Majukan Wisata Palembang
7. Proses hukum mulai berjalan
Saat ini, oknum dokter kandungan berinisial MSF tersebut sudah ditangkap dan diamankan pihak kepolisian.
Polisi juga mengatakan akan membuat tim penanganan khusus untuk terus mendalami dan menyelediki kasus ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Video Pengeroyokan Pelajar Beredar, Polisi Cek TKP di Demang Lebar Daun Palembang
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun









