Sumsel

Pesta Rakyat Pernikahan Putri-Maula Berujung Maut, KDM Janjikan Santunan Rp150 Juta dan Tanggung Pendidikan Anak Korban Sampai Kuliah

St Shofia Munawaroh | 18 Juli 2025, 20:02 WIB
Pesta Rakyat Pernikahan Putri-Maula Berujung Maut, KDM Janjikan Santunan Rp150 Juta dan Tanggung Pendidikan Anak Korban Sampai Kuliah

AKURAT. CO SUMSEL - Kabar duka menyeruak di antara kebahagiaan pernikahan Wakil Bupati Garut Putri Karlina dengan Maula Akbar anak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM.

Acara makan gratis yang digelar sebagai rangkaian perayaan pernikahan Putri dengan Maulana dilaporkan memakan korban bahkan hingga meninggal dunia.

Insiden tersebut terjadi di gerbang barat Alun-alun Kabupaten Garut hari ini, Jumat (18/7/2025).

Baca Juga: Tak Terima Ditegur Tak Pernah Nongkrong, Wanita Muda di Palembang Dianiaya Teman Sendiri hingga Tercebur ke Selokan

Pesta rakyat yang berujung maut ini pun seketika ramai di media sosial, termasuk Tik Tok.

Kronologi Peristiwa

Dalam video yang beredar, nampak ribuan warga berdesakan di depan gerbang masuk pendopo Alun-alun Garut.

Baca Juga: Buron 4 Tahun Kasus Pembobolan Rumah di Banyuasin, Yulianto Akhirnya Diciduk Polisi

Ibu-ibu, bapak-bapak, lansia, hingga anak-anak berebut untuk masuk sambil menjulurkan tangan.

Sementara polisi tampak berlalu lalang membantu warga keluar dari kerumunan. 

Tiga Korban Meninggal, Salah Satunya Polisi

Baca Juga: Nenek Penjual Pisang di Palembang Kembali Jadi Korban Uang Palsu, Polisi Lakukan Penyelidikan

Korban meninggal dalam acara makan gratis tersebut dilaporkan berjumlah tiga orang.

Satu ingin diantaranya anggota kepolisian dan dua lainnya adalah warga sipil.

Dua warga sipil yang disebut meninggal di tempat segera dilarikan ke RSUD dr. Slamet Garut. 

Baca Juga: Ditegur Saat Hendak Salat, Pria di Palembang Ngamuk dan Pukul Jamaah Pakai Kayu

Polisi Meninggal Usai Membantu Evakuasi Warga yang Berdesakan

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan membenarkan kabar terkait adanya warga meninggal dalam acara makan gratis yang digelar di Alun-alun Garut tersebut.

Termasuk tentang salah satu anggotanya yang turut menjadi korban dalam insiden ini.

Baca Juga: Nelayan Muda Hilang di Perairan Muara Sungsang, Tim SAR Kerahkan Penyelam dan Perahu Karet

Hendra menjelaskan, anggota kepolisian yang meninggal bernama Cecep dan bertugas sebagai bhabinkamtibmas di Polsek Polres Garut meninggal dunia.

Almarhum membantu dan mengatur serta mengangkat orang yang berdesak-desakan ingin masuk ke pendopo.

Setelah acara berjalan dengan lancar dan tidak ada lagi kerumunan, almarhum disebut sedang istirahat duduk lalu pingsan kemudian meninggal dunia.

Baca Juga: Janjikan Setengah Bulan Lunas, Tetangga Dilaporkan Gelapkan Uang Ratusan Juta Rupiah Milik Lansia di Palembang

Korban pun langsung dievakuasi dengan ambulans menuju RS Guntur. 

Identitas Korban

1. Vania Aprilia 8 tahun, Warga Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat. 

Baca Juga: Sriwijaya FC Bawa 31 Pemain ke Yogyakarta, Target Promosi ke Liga 1 Kian Mantap

2. Dewi Jubaedah 61 Tahun, Ber-ktp Jakarta Utara. 

3. Bripka Cecep Saeful Bahri, 39 tahun Anggota Polres Garut. 

KDM Sampaikan Santunan Rp150 Juta

Baca Juga: BPBD Sumsel Ajukan Perpanjangan OMC Diusulkan Lanjut 5-10 Hari

Melalui akun Instagramnya @dedimulyadi71, KDM memberikan respon cepat terkait kabar duka yang terjadi di tengah gelaran perayaan pernikahan anaknya.

Dalam unggahan video terbarunya, Dedi menyampaikan rasa duka dan bela sungkawa nya terhadap para keluarga korban.

Dedi menyebut akan memberi santunan kepada tiga keluarga korban masing-masing sebesar Rp150 juta.

Tak hanya itu, mantan Bupati Purwakarta ini juga mengatakan akan menanggung biaya hidup dan pendidikan anak-anak korban meninggal sampai jenjang perguruan tinggi.(*) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.