5 Fakta Balita Sukabumi Meninggal karena Cacingan Akut, Ayah Sakit TBC, Ibu ODGJ

AKURAT. CO SUMSEL - Kisah memiliukan harus dihadapi balita berusia empat tahun bernama Raya.
Raya merupakan warga Kampung Pandangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Raya dilaporkan meninggal pada 22 Juli 2025 lalu akibat mengalami infeksi cacingan akut. Berikut fakta-faktanya:
Baca Juga: Bocah Cosplay Prabowo Viral di Medsos, Dapat Hadiah Langsung dari Presiden
1. Viral di Media Sosial
Kasus ini mencuat kembali usai akun Instagram @rumah_teduh_sahabat_iin membagikan video kondisi Raya saat sakit hingga meninggal.
Salah satu yang paling viral adalah video yang menunjukkan ratusan cacing gelang keluar dari tubuh Raya.
Baca Juga: Mengapa Kita Sering Berdebat dengan Orang Tua? Memahami Psikologi di Balik Perbedaan Pendapat
Bahkan, terdapat cuplikan video cacing sepanjang 15 cm dikeluarkan dari hidungnya dalam kondisi hidup.
"Semoga Allah ampuni negeri ini, para pemimpin negeri ini, dan mengampuni kami saudara seimannya yang sangat terlambat membantunya,” tulis akun tersebut mengikuti unggahannya.
Baca Juga: Viral Balita di Sukabumi Meninggal dengan Kondisi Tubuh Penuh Cacing, Begini Penjelasan Medisnya
2. Kondisi Penyakit dan Penjelasan Medis
Ketua Tim Penanganan RSUD R. Syamsudin, S.H., dr. Irfan Nugraha, menjelaskan kondisi penyakit Raya secara spesifik.
Menurutnya, cacing yang bersarang di tubuh Raya diperkirakan sudah lama berkembang hingga berukuran besar dan bersarang di usus.
Selain itu, Raya juga mengalami komplikasi lain yakni penyakit tuberkolusis meningitis yang semakin memperburuk kondisinya.
Baca Juga: Kunci Utama Jaga Daya Tahan Tubuh Agar Tetap Bugar di Tengah Cuaca Tak Menentu
3. Bantuan Yayasan dan Rumah Sakit
Sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhirnya, Raya sempat dirawat di RSUD R. Syamsudin, Sukabumi selama 9 hari.
Biaya perawatannya mencapai Rp23 juta
Baca Juga: Info Prakiraan Cuaca Kamis 21 Agustus 2025: Sumsel Diguyur Hujan Siang Sampai Malam
Karena tak memiliki kartu identitas seperti KK dan BPJS, Raya sempat mengalami masalah administrasi, terutama terkait biaya perawatan.
Namun akhirnya tagihan biaya perawatan Raya sudah ditutup dengan bantuan lembaga filantropi Rumah Teduh dan pihak RS R. Syamsudin.
4. Tanggapan Gubernur Dedi Mulyadi
Baca Juga: Wali Kota Ratu Dewa Minta Asas Praduga Tak Bersalah terkait Isu OTT Dinas Perkimtan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut angkat bicara terkait kasus yang menimpa warganya.
Melalui unggahan di Instagramnya @dedimulyadi71, pria yang kerap disapa Kang Dedi ini mengucapkan permintaan maaf karena lalai terhadap warganya yang sakit dan akhirnya meninggal lantaran terkendala biaya.
Dedi mengatakan, ia mungkin akan memberikan sanksi bagi desa tersebut, tempat Raya tinggal, karena tidak menjalankan fungsi-fungsi dan pokok-pokok pergerakan PKK, posyandu, dan kebidanan dengan baik.
Baca Juga: Wali Kota Ratu Dewa Minta Asas Praduga Tak Bersalah terkait Isu OTT Dinas Perkimtan
Tak hanya itu, ia juga menyebut akan mengirimkan tim untuk mengangkut seluruh keluarga Raya agar dirawat karena menderita TBC.
5. Ayah Idap TBC, Ibu ODGJ
Raya merupakan anak dari Udin (32 tahun) dan Endah (38 tahun).
Baca Juga: Kejari Palembang Bongkar Dugaan Korupsi Rp2,5 Miliar di Dinas Perkim
Mereka tinggal di sebuah bilik dengan model panggung yang terhubung dengan kandang ayam dan disinyalir terpapar cacing dari tempat tersebut.
Berdasarkan video yang diunggah Rumah Teduh, juga diketahui kondisi orang tua Raya yang penuh keterbatasan.
Ibunya disebut mengidap Gangguan Jiwa atau ODGJ.
Sementara ayahnya mengidap penyakit TBC. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









