Sumsel

Spesifikasi Pesawat GT500 yang Jatuh di Bogor dan Tewaskan Pilot Marsma Fajar Adriyanto

St Shofia Munawaroh | 4 Agustus 2025, 11:15 WIB
Spesifikasi Pesawat GT500 yang Jatuh di Bogor dan Tewaskan Pilot Marsma Fajar Adriyanto

AKURAT. CO SUMSEL - Dunia TNI berduka.

Sebuah kecelakaan pesawat latih kembali terjadi di kawasan Ciampea, Bogor, Jawa Barat pada Minggu (3/8/2025) pagi.

Insiden tersebut menewaskan sang pilot yang bernama Marsekal Pertama (Marsma) Fajar Adriyanto.

Baca Juga: Deretan Film Marvel yang Sudah Tayang di Tahun 2025, Captain America hingga Thunderbolts Sukses Menarik Perhatian

Diketahui, pesawat berjenis Microlight Fixedwing Quicksilver GT5 itu dikemudikan Marsma Fajar sebagai pilot dan Roni sebagai kopilot. 

Kronologi Peristiwa

Pesawat yang diawaki oleh Marsma Fajar terbang dari Landasan Udara Atang Sendjaja yang berlokasi di Kemang, Kabupaten Bogor, pukul 09.08 WIB.

Baca Juga: Profil, Pendidikan hingga Karya Ustaz Adi Hidayat yang Baru Ditetapkan Jadi Dosen UPI Bandung

Fajar, eks pilot jet tempur F-16, terbang bersama seorang kopilot bernama Roni untuk latihan profisiensi penerbangakan olahraga dirgantara.

Sepuluh menit berselang, pesawat disebutkan hilang kontak.

Belakangan diketahui pesawat itu jatuh di sekitar TPU Astana, Desa Benteng, Kecamatan Ciampea.

Baca Juga: Daftar Film yang Akan Rilis Agustus 2025, Didominasi Cerita Horor

Spesifikasi Pasawat

Pesawat yang diawaki Marsma Fajar tersebut berjenis Microlight Fixedwing Quicksilver GT500 dengan nomor registrasi PK S126.

Pesawat ini digunakan oleh Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) untuk keperluan latihan dan olahraga dirgantara serta berada di bawah pembinaan TNI Angkatan Udara.

Baca Juga: BMKG Prediksi Sebagian Besar Sumsel Dilanda Hujan Ringan Siang Sampai Malam Hari Ini

Quicksilver GT500 merupakan pesawat ringan dengan dua kursi yang dirancang untuk pelatihan dasar terbang dan penerbangan rekreasi.

Pesawat ini banyak digunakan di berbagai negara untuk penerbangan sipil, karena bentuknya yang sederhana dan kemampuan lepas landas dari landasan pendek.

Desainnya mengutamakan efisiensi dan kemudahan operasional, bukan kecepatan tinggi atau jangkauan jauh.

Baca Juga: Karhutla di Sumsel Kian Meluas, Lima Wilayah Dilaporkan Terbakar dari Udara

Dalam konteks latihan, seperti yang dilakukan oleh FASI dari Lanud Atang Sendjaja, pesawat microlight memberikan platform yang efektif untuk mengasah keterampilan dasar penerbangan.

Ini termasuk manuver take-off, landing, dan navigasi dasar.(*) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.