17 Hari Hilang di Gunung Slamet, Pendaki Syafiq Akhirnya Ditemukan dalam Kondisi Meninggal Dunia

AKURAT. CO SUMSEL - Misteri hilangnya pendaki Syafiq Ridhan Ali Razan (18) di Gunung Slamet akhirnya terungkap.
Pendaki asal Magelang, Jawa Tengah itu akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (14/1/2026).
Berdasarkan keterangan tertulis di akun Instagram Unit Pandu Lingkungan Mahasiswa Pecinta Alam Unsoed Purwokerto @uplmpaunsoed, Syafiq ditemukan sekitar pukul 10.49 WIB di lereng selatan Gunung Slamet.
Baca Juga: Jelang Tandang ke Markas Adhyaksa FC, Nilmaizar Soroti Mental Pemain Sumsel United
Tepatnya di antara jalur Gunung Malang dan Baturaden.
Saat ini, tim SAR gabungan relawan telah diberangkatkan menuju titik penemuan jenazah. Rencananya, jenazah akan dibawa turun melalui jalur pendakian Gunung Malang.
Kronologi Pencarian
Baca Juga: Bocah 3 Tahun Hilang Terseret Arus Sungai Lematang, Tim SAR Gabungan Kerahkan Tim Penyelam
Sebelumnya, Syafiq dinyatakan hilang sejak Senin (29/12/2026) setelah ia melakukan pendakian di Gunung Slamet bersama temannya, Himawan Haidar Bahran pada Sabtu (27/12/2026) melalui basecamp Dipadjaya, Pemalang.
Operasi pencarian dilakukan setelah Himawan ditemukan lebih dulu di Pos 9 Gunung Slamet pada Senin (29/12/2025).
Namun, operasi SAR sempat ditutup secara pada Rabu (7/1/2026) setelah sepekan pencarian tidak membuahkan hasil.
Baca Juga: Dinkes Sumsel Pastikan 5 Pasien 'Super Flu' Sembuh, Tidak Ada Temuan Kasus Baru
Pencarian Dilanjutkan Secara Mandiri
Kendati sudah resmi ditutup oleh SAR, upaya pencarian Syafiq tetap terus dilakukan oleh relawan dari basecamp Bambangan Purbalingga dan Baturraden Banyumas.
Koordinator Basecamp Bambangan, Syaiful Amri, mengatakan pencarian mandiri dilakukan atas dasar kemanusiaan dan tanggung jawab moral sebagai pengelola jalur pendakian.
Baca Juga: Tecno Umumkan Jadwal Peluncuran Spark Go 3 di India, Usung Sertifikasi IP64
Menurut Syaiful, pencarian mandiri melalui jalur Bambangan telah dilakukan sejak 9 Januari 2026 dengan mengerahkan tiga Search and Rescue Unit (SRU) sesuai pemetaan dari Basarnas.
Upaya pencarian kemudian diperluas ke jalur Baturraden setelah koordinasi antar-basecamp.
Remaja Indigo Asal Cilacap Terlibat Pencarian
Baca Juga: Paspor Singapura Kembali Jadi Terkuat Dunia Jelang 2026, Akses Bebas Visa ke 192 Negara
Titik terang penemuan terhubung tak lama setelah Rival Altaf (17), seorang remaja indigo yang melakukan pencarian mandiri secara nonkonvensional, memberikan petunjuk lokasi di tengah cuaca buruk yang sempat menyulitkan prosedur formal.
Sejak memulai pendakian mandiri pada Sabtu (10/1/2026) sore, tim kecil yang mendampingi Rival terus menyisir area yang diidentifikasi memiliki anomali, hingga akhirnya menemukan tanda-tanda keberadaan Syafiq.
Rival sendiri merupakan seorang remaja asal Cilacap yang viral sebagai anak indigo setelah secara sukarela membantu tim SAR dalam pencarian korban bencana longsor di Cilacap dan Banjarnegara pada November 2025.
Baca Juga: Paspor Singapura Kembali Jadi Terkuat Dunia Jelang 2026, Akses Bebas Visa ke 192 Negara
Pada Sabtu (10/1/2026), Rival tiba di basecamp Gunung Slamet dan ingin membantu proses pencarian Syafiq atas inisiatifnya sendiri.
Tim Gabungan yang Terlibat
Proses pencarian Syafiq di Gunung Slamet memakan waktu 17 hari atau lebih dari dua pekan.
Dalam proses pencarian ini ada banyak pihak yang terlibat.
Mulai dari Wanadri, Mayapada, UPL MPA Unsoed, Wikupala, APGI, Mapala Batik, Mapala Kanpas hingga Comunitas Rapi. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









