4 Fakta Terbaru Tewasnya Diplomat Muda Kemlu RI, Disebut Pernah Jadi Saksi Kasus TPPO di Jepang

AKURAT. CO SUMSEL - Kasus tewasnya Diplomat Muda Kemlu RI Arya Daru Pangayunan masih menjadi trending topik di mesin pencarian Google.
Begitu juga dengan pihak kepolisian yang masih berusaha menyelidiki penyebab kematian Daru yang mendadak dan misterius.
Sejauh ini, polisi sudah memeriksa lima orang saksi termsuk istri Daru.
Baca Juga: Harga Emas di Pegadaian Turun Lagi, Kamis 10 Juli 2025, UBS dan Galeri24 Kompak Melemah
Beberapa fakta mulai terungkap satu per satu meski belum bisa mengungkap tabir di balik kematian Daru seutuhnya.
Pernah Jadi Saksi Kasus TPPO di Jepang
Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha mengatakan jika Daru pernah menjadi saksi dalam kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Jepang.
Baca Juga: Jejak Sejarah Masjid Nurul Huda, Cagar Budaya Baru 2025 di Kabupaten Musi Banyuasin
Kendati demikian, Judha meminta agar masyarakat tidak mengaitkan hal tersebut dengan kematian Daru.
Menurut Judha, kasus tersebut sudah berlangsung lama dan sudah selesai.
Judha juga mengimbau agar masyarakat tetap bersabar menunggu hasil penyelidikan kepolisian dan tidak membuat spekulasi sendiri.
Baca Juga: Daftar 20 Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Jumat 11 Juli 2025 Malam
Sosok Pekerja Keras dan Berdedikasi Tinggi
Masih menurut kesaksian Judha, Daru bukan hanya sosok pekerja keras dan berdedikasi tinggi.
Tetapi juga telah membantu banyak warga negara Indonesia yang mengalami masalah di luar negeri.
Baca Juga: Sebagian Langit Sumsel Ditutupi Awan Tebal Hari Ini Kamis 10 Juli 2025
"Kami sendiri yang melihat bagaimana Mas Daru (sapaan ADP)... Mas Daru membopong anak-anak telantar di Taiwan kembali ke Indonesia. Mas Daru turun mengevakuasi WNI pada saat gempa Turki yang lalu. Terakhir, Mas Daru juga membantu mengevakuasi WNI dari Iran," ujar Daru sembari terisak usai melayat ke rumah duka di kediaman Daru di Bantul, Yogyakarta.
Pintu Kamar Kos Menggunakan Smart Lock Door
Polisi mengungkap tidak sembarangan orang bisa masuk ke kamar kos korban.
Baca Juga: Gubernur Sumsel Luncurkan Aplikasi LIMAS, Dorong Transformasi Digital Pelayanan Lingkungan
Pasalnya, pintu tempat kos Daru tersebut menggunakan sistem smart door lock.
Sementara kode kode smart lock door di kamar kos Daru juga hanya diketahui oleh korban.
Namun, pihak kepolosian hingga saat ini masih menyelidiki kemungkinan adanya orang lain masuk ke kamar kos ADP sebelum ditemukan meninggal dunia.
Baca Juga: OKI Tertinggi Salurkan KUR di Sumsel, Capai Rp597 Miliar dalam Enam Bulan
Temuan Obat-obatan dan Penyakit Gerd
Saat olah TKP, Polisi sempat menemukan beberapa jenis obat untuk sakit lambung dan sakit kepala.
Hal ini selaras dengan keterangan istri korban yang menyebut Daru memang memiliki riwayat penyakit Gerd.
Hasil pemeriksaan tersebut dikumpulkan sebagai barang bukti.
Nantinya, akan dipadukan dengan hasil autopsi jenazah korban. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









