Sumsel

Cegah Premanisme, Wagub Sumsel Ajak Preman Beralih Jadi Pelaku UMKM di Lokasi Wisata

Maman Suparman | 15 Oktober 2025, 20:00 WIB
Cegah Premanisme, Wagub Sumsel Ajak Preman Beralih Jadi Pelaku UMKM di Lokasi Wisata

 

AKURAT.CO SUMSEL Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Wagub Sumsel) Cik Ujang menyoroti maraknya aksi premanisme yang terjadi di sejumlah kawasan wisata.

Ia menilai, keberadaan preman yang kerap memalak atau mengintimidasi wisatawan menjadi salah satu faktor penghambat perkembangan sektor pariwisata di daerah.

Menurut Cik Ujang, kurangnya lapangan pekerjaan dan keterampilan ekonomi menjadi salah satu pemicu utama munculnya praktik premanisme tersebut.

Karena itu, ia berinisiatif untuk mengarahkan para preman agar bertransformasi menjadi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di kawasan wisata.

“Yang preman-preman tadi kita usahakan dan arahkan ke UMKM di lokasi pariwisata,” ungkap Cik Ujang, Rabu (15/10/2025).

Ia menambahkan, kehadiran sektor pariwisata seharusnya menjadi penggerak ekonomi masyarakat lokal, bukan justru menimbulkan keresahan.

Baca Juga: Motor Dicuri Saat Tidur Demam, Pedagang Ikan Hias di Palembang Terancam Tak Bisa Berjualan

Dengan pembinaan dan pemberdayaan, para preman diharapkan bisa beralih profesi menjadi penjaga parkir resmi, pedagang suvenir, atau pelaku usaha kuliner khas daerah.

“Mereka bisa diarahkan jaga parkir atau jualan suvenir khas daerah. Dengan begitu, mereka tetap punya penghasilan tanpa harus mengganggu pengunjung,” jelasnya.

Selain upaya pemberdayaan, Pemprov Sumsel juga akan berkoordinasi dengan Kapolda, Polres, dan Polsek di wilayah destinasi wisata untuk memperketat pengawasan dan menindak tegas aksi premanisme yang meresahkan wisatawan.

“Insya Allah kita akan berkoordinasi dan bekerja sama agar pariwisata tidak dikotori dengan premanisme,” tegas Cik Ujang.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Pariwisata, Bayu Aji, menegaskan bahwa pengembangan pariwisata tidak dapat berjalan optimal tanpa adanya sistem keamanan yang kuat dan terintegrasi. Ia menilai, sinergi lintas sektor—antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pelaku usaha—menjadi kunci menciptakan rasa aman bagi wisatawan.

“Rasa aman ini harus bisa dirasakan oleh wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara,” ujarnya.

Bayu juga mengapresiasi langkah Sumsel yang terus berbenah, khususnya Kota Palembang, dalam menciptakan iklim wisata yang tertib dan nyaman.

“Sekarang Palembang sudah jauh lebih baik. Saya berharap pemerintah daerah terus memperkuat kerja sama dengan kepolisian dan TNI untuk menjaga keamanan wisatawan,” tuturnya. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia