Sumsel

Petugas Temukan Ular 3 Meter Saat Padamkan Kebakaran Lahan di JSC Palembang

Kurnia | 8 Agustus 2026, 16:45 WIB
Petugas Temukan Ular 3 Meter Saat Padamkan Kebakaran Lahan di JSC Palembang
Petugas Temukan Ular 3 Meter Saat Padamkan Kebakaran Lahan di JSC Palembang

AKURAT.CO SUMSEL Petugas gabungan yang memadamkan kebakaran lahan di kawasan Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Sumatera Selatan, dikejutkan dengan kemunculan seekor ular berukuran sekitar tiga meter.

Ular tersebut ditemukan saat petugas berjibaku memadamkan api yang membakar lahan di belakang Venue Lapangan Tembak dan Venue Ski JSC, Jumat (7/8/2026).

Ular itu diduga berusaha menyelamatkan diri dari kobaran api yang melanda kawasan tersebut. Petugas kemudian berhasil mengamankannya.

Kabag Ops Polrestabes Palembang AKBP Budi Santoso menunjukkan ular tersebut kepada awak media setelah proses pemadaman selesai. Menurutnya, keberadaan ular menjadi salah satu risiko yang harus dihadapi petugas ketika melakukan pemadaman di lahan terbuka.

Lima Titik Api Membakar Sekitar 1 Hektare

Kebakaran tersebut terjadi di sedikitnya lima titik dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar satu hektare.

Pemadaman dimulai sekitar pukul 13.00 WIB dan berlangsung hingga 17.30 WIB. Petugas gabungan akhirnya berhasil memadamkan seluruh titik api sehingga kebakaran tidak meluas ke area lain.

Operasi pemadaman dipimpin Budi Santoso bersama Kapolsek Seberang Ulu I Kompol Heri dan Kapolsek Seberang Ulu II Palembang Kompol Dedi Rahmat.

Mereka dibantu dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Damkar SU I serta sembilan personel Manggala Agni Dalkarhut Seksi Wilayah III dengan peralatan pompa.

Budi mengatakan, proses pemadaman tidak mudah karena sumber air berada cukup jauh dari titik kebakaran. Petugas harus berjalan kaki sambil membawa peralatan menuju lokasi.

“Hari ini kami melakukan pemadaman bersama Manggala Agni dan juga Pemadam Kebakaran Kota Palembang Pos SU I. Alhamdulillah, berkat kerja sama seluruh personel, api berhasil dipadamkan sehingga tidak meluas ke area lainnya,” ujar Budi, Sabtu (8/8/2026).

Baca Juga: Pemprov Sumsel Soroti Komentar Dokter terhadap Pasien BPJS, Dinkes Diminta Tindak Lanjuti

Budi menjelaskan, lahan yang terbakar bukan merupakan kawasan gambut. Area tersebut merupakan lahan kosong berupa timbunan yang ditumbuhi pepohonan dan rumput liar.

Ia menduga kondisi cuaca panas menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kebakaran.

“Kemungkinan akibat cuaca panas atau pemanasan global sehingga terjadi gesekan ranting yang memicu kebakaran. Yang terpenting saat ini api sudah berhasil dipadamkan dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas,” katanya.

Budi mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, termasuk membakar lahan, kebun maupun sampah sembarangan.

Menurutnya, pembukaan lahan dengan cara dibakar berisiko menyebabkan api menyebar, terutama ketika kondisi cuaca panas dan lahan dalam keadaan kering.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan, kebun maupun sampah di lokasi-lokasi yang rawan kebakaran. Jangan membuka lahan dengan cara dibakar karena sangat berisiko memicu kebakaran yang lebih besar,” tegasnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Setelah lebih dari empat jam melakukan pemadaman, petugas memastikan seluruh titik api telah berhasil dikendalikan.

Kondisi kawasan JSC kemudian dinyatakan aman dan terkendali.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia