Potongan Aplikasi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Pengemudi Mengaku Pendapatan Belum Berubah

AKURAT.CO SUMSEL Kebijakan penurunan potongan aplikasi ojek online (ojol) menjadi maksimal 8 persen belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan pendapatan mitra pengemudi.
Sejumlah pengemudi mengaku penghasilan yang diterima masih relatif sama karena tarif dasar perjalanan juga mengalami penyesuaian.
Ansori, salah seorang mitra pengemudi Gojek mengatakan perusahaan memang telah menerapkan kebijakan potongan aplikasi sebesar 8 persen. Namun, menurutnya, manfaat dari kebijakan tersebut belum benar-benar dirasakan.
"Potongannya memang turun menjadi 8 persen. Tapi tarif dasar perjalanan juga ikut turun, sehingga uang yang kami terima hampir sama seperti sebelumnya. Bahkan untuk beberapa order justru lebih kecil," ujarnya, Kamis (9/7/2027).
Ia menjelaskan, sebelum kebijakan baru diberlakukan, tarif untuk salah satu perjalanan yang biasa diterimanya mencapai sekitar Rp16.000. Setelah dipotong biaya aplikasi dan komponen lainnya, pendapatan bersih yang diterima sekitar Rp10.400.
Sementara setelah aturan potongan maksimal 8 persen diterapkan, tarif dasar perjalanan serupa turun menjadi sekitar Rp11.000. Dengan skema tersebut, pendapatan bersih yang diterimanya hanya berkisar Rp10.200.
"Kalau dihitung, hasil akhirnya hampir tidak ada perbedaan. Bahkan ada perjalanan yang pendapatannya lebih rendah dibanding sebelumnya," katanya.
Selain penyesuaian tarif dasar, pengemudi juga menilai semakin banyaknya program promo yang diberikan kepada pelanggan ikut memengaruhi besaran pendapatan mitra.
Baca Juga: Daftar 10 SPBU di Palembang dengan Jam Pengisian Solar Subsidi Diperpanjang
Menurutnya, pelanggan kini lebih sering memilih layanan dengan tarif promosi yang lebih murah. Kondisi itu membuat nilai perjalanan yang diterima pengemudi ikut berkurang.
"Promo sekarang semakin banyak. Penumpang tentu memilih yang lebih murah, tapi dampaknya pendapatan yang kami terima juga ikut turun," ujarnya.
Para pengemudi berharap evaluasi kebijakan tidak hanya berfokus pada besaran potongan aplikasi, tetapi juga memperhatikan struktur tarif perjalanan yang diterapkan kepada mitra.
Mereka menilai tujuan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan pengemudi akan sulit tercapai apabila penurunan potongan aplikasi diikuti penyesuaian tarif dasar yang membuat pendapatan bersih tetap stagnan.
Sebelumnya, pemerintah menetapkan batas maksimal potongan aplikasi sebesar 8 persen sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi ojek online.
Kebijakan tersebut merupakan hasil pembahasan antara pemerintah, perusahaan aplikasi, dan perwakilan pengemudi.
Meski demikian, sejumlah mitra berharap implementasi kebijakan tersebut terus dievaluasi agar manfaat yang diterima pengemudi benar-benar sesuai dengan tujuan awal, yakni meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 2Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 3Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 4Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 55 Ramalan Zodiak Hari Ini 17 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuangan?
- 65 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 7Harley-Davidson Siapkan Motor Murah Sprint, Harga Berpotensi Rp30 Jutaan
- 85 Brand Kecantikan di Bawah Martha Tilaar Group, Ada PAC hingga Belia
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







