Sumsel
HL Sumsel

Suhu Capai 34 Derajat, BMKG Minta Warga Palembang Waspada Cuaca Panas

Kurnia | 11 Juni 2026, 18:00 WIB
Suhu Capai 34 Derajat, BMKG Minta Warga Palembang Waspada Cuaca Panas
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL Cuaca panas yang belakangan dirasakan warga Kota Palembang, Sumatera Selatan, membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih melelahkan.

Kondisi udara yang gerah bahkan dikeluhkan masyarakat, terutama bagi mereka yang bekerja di luar ruangan.

Meski demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan kondisi suhu yang terjadi masih dalam kategori normal untuk periode musim kemarau.

Kepala Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Siswanto, mengatakan hasil pengamatan selama beberapa hari terakhir menunjukkan suhu udara berada pada kisaran 25 hingga 34 derajat Celsius.

“Suhu maksimum memang terjadi pada siang hingga sore hari. Pada waktu tersebut masyarakat akan merasakan cuaca lebih panas, terutama saat beraktivitas di luar ruangan,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, suhu tersebut masih wajar terjadi pada musim kemarau yang tengah berlangsung di wilayah Sumatera Selatan.

Namun, Siswanto menjelaskan bahwa suhu yang dirasakan tubuh atau feels like bisa jauh lebih tinggi dibandingkan suhu aktual. Bahkan, sensasi panas dapat mencapai lebih dari 39 derajat Celsius.

Baca Juga: BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau Terjadi Juli 2026, Ini Sebaran Wilayahnya

Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti tingginya suhu udara, rendahnya kelembapan, serta paparan sinar matahari langsung yang mengenai kulit.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca panas ini. Warga diminta memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi, terutama bagi yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk menggunakan pelindung diri seperti topi, kacamata hitam, dan tabir surya guna mengurangi dampak paparan sinar ultraviolet (UV).

BMKG juga mengingatkan pentingnya menghemat penggunaan air selama musim kemarau serta menghindari aktivitas pembakaran lahan dan hutan yang berpotensi memicu kebakaran.

“Gunakan pelindung diri saat beraktivitas di luar ruangan dan pastikan tubuh tetap terhidrasi,” tambah Siswanto.

Ia menegaskan, meskipun suhu terasa lebih panas dari biasanya, kondisi tersebut masih merupakan bagian dari pola cuaca normal musim kemarau di Sumatera Selatan.

Masyarakat diimbau tetap menjaga kesehatan dan waspada terhadap dampak cuaca panas berkepanjangan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia