Sekda Palembang: Semua OPD Wajib Terlibat dalam Pengentasan Kemiskinan

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Kota Palembang mulai memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pengentasan kemiskinan.
Tidak hanya melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pemkot juga mendorong peran aktif Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) serta perusahaan melalui program tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Langkah tersebut dibahas dalam audiensi jajaran Baznas Kota Palembang dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim, di ruang kerjanya.
Dalam pertemuan itu, Aprizal menegaskan bahwa upaya pengentasan kemiskinan tidak bisa dilakukan secara parsial.
Karena itu, seluruh OPD hingga tingkat kecamatan diminta terlibat aktif agar program yang dijalankan dapat saling mendukung dan tepat sasaran.
"Semua dinas dan kecamatan memiliki tanggung jawab dalam pengentasan kemiskinan. Kehadiran Baznas dengan indikator dan data yang dimiliki akan membantu pemerintah menyusun program yang lebih terukur dan menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan," kata Aprizal.
Baca Juga: Cuaca Sumsel Terasa Lebih Panas, BMKG Ingatkan Warga Waspadai Dehidrasi dan Karhutla
Untuk memperkuat sinergi tersebut, Pemkot Palembang juga mempertimbangkan penerbitan Surat Edaran (SE) Wali Kota sebagai payung hukum kolaborasi antara OPD dan Baznas.
Regulasi itu diharapkan menjadi pedoman dalam menyelaraskan berbagai program sosial yang selama ini berjalan sendiri-sendiri.
Sementara itu, Ketua Baznas Kota Palembang, Ridwan Nawawi, menilai potensi besar juga datang dari sektor swasta.
Menurutnya, dana CSR perusahaan yang beroperasi di Palembang perlu diarahkan agar manfaatnya lebih dirasakan masyarakat lokal.
Ridwan mengatakan masih banyak program CSR yang berjalan tanpa koordinasi sehingga dampaknya belum maksimal dalam mengurangi angka kemiskinan.
"Kami ingin ada sinergi yang lebih kuat. Banyak perusahaan besar beroperasi di Palembang dengan tenaga kerja yang sebagian besar warga Palembang. Sudah seharusnya manfaat CSR mereka kembali kepada masyarakat melalui program yang terintegrasi," ujarnya.
Sebagai langkah konkret, Baznas berencana mengusulkan surat imbauan dari Wali Kota kepada perusahaan-perusahaan agar menjalin kerja sama melalui nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Baznas Palembang.
Menurut Ridwan, kolaborasi antara pemerintah, Baznas, dan dunia usaha akan menciptakan program pemberdayaan yang lebih berkelanjutan.
Misalnya, OPD memberikan pelatihan keterampilan kerja, Baznas menyalurkan bantuan modal usaha dari dana zakat, sementara perusahaan mendukung melalui program CSR.
Dengan skema tersebut, masyarakat tidak hanya menerima bantuan sesaat, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mandiri secara ekonomi.
"Target akhirnya adalah mengubah penerima bantuan menjadi masyarakat yang produktif. Kita ingin keluarga yang saat ini menerima zakat suatu saat bisa mandiri dan bahkan menjadi pembayar zakat," tegasnya.
Melalui penguatan regulasi dan integrasi program lintas sektor, Pemkot Palembang optimistis upaya pengentasan kemiskinan dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Video Pengeroyokan Pelajar Beredar, Polisi Cek TKP di Demang Lebar Daun Palembang
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








