Ratu Dewa Terima Masukan LKPSS, Penanganan Banjir Jadi Fokus Utama

AKURAT.CO SUMSEL Lembaga Kajian Pembangunan Sumatera Selatan (LKPSS) menawarkan solusi berbasis kajian ilmiah saat melakukan audiensi dengan Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Selasa (5/5/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Vidcon Rumah Dinas Wali Kota itu membahas sejumlah persoalan strategis kota, dengan fokus utama pada penanganan banjir yang hingga kini masih menjadi masalah rutin.
Ketua LKPSS, Rahidin H. Anang, mengatakan pihaknya hadir untuk memberikan masukan konstruktif yang telah disusun melalui kajian bersama para ahli.
“Kami membawa sejumlah rekomendasi terkait persoalan perkotaan, khususnya banjir. Bahkan kami sudah menyiapkan desain dan kajian yang bisa menjadi referensi pemerintah,” ujarnya.
Menurutnya, penanganan banjir di Palembang tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan langkah terintegrasi dan sistematis, salah satunya melalui optimalisasi kolam retensi yang saling terhubung.
Baca Juga: Tiga Daerah di Sumsel Ditarget Punya Dewan Pengupahan, UMK Sendiri Berlaku 2028
“Kami mendorong pendalaman kolam retensi yang terintegrasi, serta pemanfaatan teknologi dalam pengelolaannya agar lebih efektif,” jelasnya.
Selain banjir, LKPSS juga menyoroti persoalan lain seperti penataan kabel fiber optik yang dinilai semrawut dan berpotensi membahayakan, serta sistem parkir yang masih membutuhkan pembenahan.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyambut baik berbagai masukan yang diberikan. Ia menilai kajian dari LKPSS menjadi tambahan referensi penting dalam penyusunan kebijakan pemerintah.
“Masukan dari berbagai pihak, termasuk akademisi, sangat kami butuhkan. Ini menunjukkan kepedulian bersama terhadap Kota Palembang,” kata Ratu Dewa.
Ia menegaskan, pemerintah kota berkomitmen untuk terus membenahi persoalan banjir yang dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari curah hujan tinggi, pasang surut air, hingga perilaku masyarakat.
“Kita sepakat bahwa banjir harus ditangani secara serius. Penanganannya tidak bisa sendiri, harus ada sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat,” ujarnya.
Ratu Dewa juga memastikan setiap masukan yang diterima akan menjadi perhatian dalam upaya menciptakan solusi jangka panjang yang berkelanjutan.
Dengan kolaborasi berbagai pihak, Pemkot Palembang menargetkan penanganan banjir tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi kenyamanan dan keamanan warga kota.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 3Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 4Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 55 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 6Jadwal Piala Dunia 2026: Qatar vs Swiss, Brazil Hadapi Maroko, hingga Haiti Tantang Skotlandia
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 8Bansos BPNT Juni 2026 Cair Kapan? Ini Cara Cek Status Penerima, Nominal, dan Jadwal Pencairan
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem








