750 Personel Disiagakan, May Day 2026 di Sumsel Dikawal Ketat

AKURAT.CO SUMSEL Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Sumatera Selatan dipastikan mendapat pengamanan ketat.
Sebanyak 750 personel gabungan disiagakan untuk mengawal jalannya aksi buruh agar tetap aman dan tertib.
Kesiapan tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar di Aula Cendrawasih Polrestabes Palembang, Selasa (28/4/2026), yang melibatkan unsur kepolisian, TNI, pemerintah daerah, hingga perwakilan serikat buruh.
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny menegaskan, ratusan personel akan ditempatkan di sejumlah titik strategis, termasuk jalur longmarch dan lokasi utama aksi di DPRD Sumsel.
“Kurang lebih 750 personel akan kita kerahkan, baik untuk pengamanan rute longmarch maupun di sekitar kantor DPRD Sumsel,” ujarnya.
Baca Juga: DPO Pencuri Baterai Tower Lintas Provinsi Akhirnya Tertangkap, Sudah Beraksi di 43 Lokasi
Menurut Sonny, pengamanan dilakukan secara maksimal untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan May Day berjalan kondusif, tanpa mengganggu ketertiban umum.
Ia menjelaskan, pola peringatan May Day tahun ini terbagi dalam dua skema, yakni aksi unjuk rasa damai di ruang terbuka serta dialog terbatas antara perwakilan buruh dan pemerintah daerah.
“Ada yang langsung menuju DPRD, ada juga yang berkumpul di Benteng Kuto Besak (BKB) sebelum melakukan longmarch. Diperkirakan ribuan buruh akan terlibat,” jelasnya.
Di sisi lain, perwakilan buruh menyatakan komitmennya untuk menjaga aksi tetap damai. Ketua Pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja Pertanian Perkebunan (FSPPP) SPSI Sumsel, Cecep Wahyudin, mengapresiasi keterlibatan aparat dalam mempersiapkan pengamanan.
Ia menyebut, buruh tetap akan menyuarakan tuntutan, baik di tingkat nasional maupun daerah, melalui dua jalur yang telah disepakati.
“Kami tetap menyampaikan aspirasi, baik melalui aksi damai maupun dialog terbatas. Kurang lebih 50 perwakilan dari 11 federasi dan 17 DPC akan hadir dalam dialog,” katanya.
Adapun tuntutan buruh mencakup dorongan lahirnya regulasi ketenagakerjaan yang lebih adil di tingkat pusat, serta penolakan terhadap upah murah dan sistem outsourcing di daerah. Selain itu, buruh juga meminta adanya kebijakan yang memprioritaskan tenaga kerja lokal di Sumsel.
Meski menggunakan pendekatan berbeda, Cecep memastikan seluruh elemen buruh tetap solid.
“Tujuannya sama, hanya caranya yang berbeda. Kami ingin aspirasi tersampaikan dengan baik,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









