Efek Domino Konflik Timur Tengah, Harga Karet Sumsel Menguat, Petani Diminta Jaga Kualitas

AKURAT.CO SUMSEL Gejolak geopolitik di Timur Tengah ternyata tak hanya berdampak pada sektor energi dan perdagangan global, tetapi juga dirasakan langsung oleh petani karet di Sumatera Selatan (Sumsel).
Dalam beberapa pekan terakhir, harga karet di tingkat petani mulai menunjukkan tren kenaikan.
Plt Kepala Dinas Perkebunan Sumsel, Ichwansyah, mengungkapkan bahwa konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel memicu gangguan rantai pasok global, sehingga berdampak pada ketersediaan komoditas di pasar internasional.
“Situasi konflik ini membuat stok di pasar dunia menjadi terbatas, sementara permintaan tetap tinggi. Kondisi ini yang mendorong harga komoditas, termasuk karet, cenderung naik,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Baca Juga: Modus Pinjam 3 Hari, Pria di Palembang Tertipu Rp90 Juta oleh Teman Sendiri
Saat ini, harga karet di tingkat petani Sumsel berada di kisaran Rp13.000 hingga Rp14.000 per kilogram untuk Kadar Karet Kering (KKK) 40 persen. Kenaikan ini disebut sudah berlangsung dalam dua bulan terakhir.
Menurut Ichwansyah, tren positif ini diperkirakan masih akan berlanjut selama ketidakstabilan global belum mereda. Permintaan tinggi dari pasar internasional menjadi faktor utama yang menjaga harga tetap menguat.
“Selama kondisi global belum stabil, harga kemungkinan masih akan bertahan bahkan meningkat, karena kebutuhan pasar dunia cukup besar,” katanya.
Namun di tengah peluang tersebut, petani diingatkan untuk tidak terlena. Pemerintah daerah mendorong peningkatan kualitas produksi agar petani bisa memperoleh harga jual yang lebih kompetitif.
Salah satu langkah yang dianjurkan adalah bergabung dengan Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB), yang berperan dalam menjaga standar mutu karet sebelum dipasarkan ke industri.
“Melalui UPPB, kualitas karet bisa lebih terjamin. Ini penting agar petani punya daya tawar lebih tinggi dan tidak dirugikan dalam rantai distribusi,” jelasnya.
Sumatera Selatan sendiri dikenal sebagai salah satu sentra produksi karet terbesar di Indonesia, dengan luas lahan mencapai sekitar 1,2 juta hektare.
Wilayah seperti Muara Enim dan Banyuasin menjadi kontributor utama produksi karet di provinsi tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









