Daerah Gambut Jadi Sorotan, BPBD Sumsel Siapkan 8 Langkah Cegah Karhutla

AKURAT.CO SUMSEL Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius di Sumatera Selatan pada 2026.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel menetapkan sejumlah wilayah dengan karakteristik lahan gambut sebagai prioritas utama pencegahan.
Langkah ini diambil mengingat lahan gambut memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran, terutama saat musim kemarau tiba.
kalaksa BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana melalui Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menyebutkan ada beberapa kabupaten yang masuk dalam fokus penanganan tahun ini.
Baca Juga: Polisi Tangkap Mantan Suami, Kasus Pembunuhan di OKU Timur Dipicu Cemburu
“Wilayah prioritas adalah daerah dengan lahan gambut seperti OKI, Ogan Ilir, Banyuasin, Muara Enim, Musi Banyuasin, PALI, Musi Rawas Utara, Musi Rawas, OKU Timur, dan OKU,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).
Untuk mengantisipasi potensi kebakaran, BPBD Sumsel telah menyiapkan delapan langkah strategis yang dilakukan secara terintegrasi lintas instansi.
Langkah pencegahan karhutla dilakukan dengan memperkuat koordinasi antarinstansi, sosialisasi larangan pembakaran lahan, patroli darat dan udara di wilayah rawan, penambahan sumber air, penempatan personel siaga, penetapan status darurat lebih dini, serta mendorong peran aktif masyarakat dan sinergi pemerintah daerah.
Menurut Sudirman, kesiapsiagaan sejak dini menjadi kunci utama untuk menekan potensi karhutla agar tidak meluas seperti tahun-tahun sebelumnya.
BPBD Sumsel juga mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk bergerak cepat dalam menetapkan status siaga darurat. Hal ini penting agar seluruh sumber daya dapat segera digerakkan saat potensi kebakaran mulai terdeteksi.
Selain itu, keterlibatan masyarakat dinilai sangat krusial, terutama dalam mencegah praktik pembakaran lahan yang masih kerap terjadi.
“Harapannya, daerah bisa lebih cepat menetapkan status siaga sehingga penanganan lebih optimal. Kita juga berharap masyarakat ikut berperan aktif agar karhutla tahun ini bisa ditekan,” jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









