Kasus Campak Meledak di Sumsel Awal 2026, Imunisasi Rendah Jadi Sorotan

AKURAT.CO SUMSEL Kasus campak di Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami lonjakan tajam pada awal tahun 2026.
Dalam kurun waktu Januari hingga Maret saja, tercatat sebanyak 1.427 kasus, terdiri dari 1.243 suspek dan 184 kasus terkonfirmasi positif.
Angka ini jauh melampaui total kasus sepanjang tahun 2025 yang hanya mencatat 744 kasus suspek dan 68 kasus positif. Lonjakan drastis ini menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa, mengungkapkan bahwa rendahnya cakupan imunisasi menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kasus.
“Peningkatan kasus terlihat signifikan saat memasuki tahun 2026. Salah satu faktor risikonya adalah masih rendahnya status imunisasi campak,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Baca Juga: Niat Rental Mobil Berujung Petaka, Warga Palembang Kehilangan Motor Diduga Digelapkan
Berdasarkan data, Januari 2026 menjadi bulan dengan lonjakan paling tinggi, yakni 381 kasus suspek dengan 151 kasus positif.
Februari bahkan mencatat peningkatan suspek menjadi 530 kasus, meski kasus positif tercatat 33. Sementara Maret mulai menunjukkan penurunan dengan 332 kasus suspek.
Jika dibandingkan tren 2025, angka tersebut tergolong tidak biasa. Sepanjang tahun lalu, kasus suspek per bulan relatif stabil dan tidak pernah menembus angka 100 kasus secara konsisten.
Menanggapi kondisi ini, Dinkes Sumsel langsung mengambil langkah cepat melalui program Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi tanggap wabah.
Program ini difokuskan di empat wilayah dengan risiko tinggi, yakni Kota Palembang, Prabumulih, Banyuasin, dan Musi Rawas Utara.
ORI telah dimulai sejak 10 Maret 2026 dan dilaksanakan di posyandu serta berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Program ini menargetkan 233.959 orang dengan capaian harian sekitar 15.878 sasaran.
Dinkes juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap gejala campak, seperti demam tinggi, ruam merah, batuk, dan pilek.
Warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 3Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 4Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 55 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 6Jadwal Piala Dunia 2026: Qatar vs Swiss, Brazil Hadapi Maroko, hingga Haiti Tantang Skotlandia
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 8Bansos BPNT Juni 2026 Cair Kapan? Ini Cara Cek Status Penerima, Nominal, dan Jadwal Pencairan
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem









