Sumsel

Harga Karet Global Menguat, Petani Sumsel Didorong Jaga Kualitas untuk Maksimalkan Cuan

Kurnia | 30 Maret 2026, 15:04 WIB
Harga Karet Global Menguat, Petani Sumsel Didorong Jaga Kualitas untuk Maksimalkan Cuan

AKURAT.CO SUMSEL Harga karet di pasar global kembali menunjukkan tren positif pada awal pekan ini.

Berdasarkan data Singapore Exchange (SGX) Sicom, harga karet tercatat mencapai 200,3 sen dolar AS per kilogram, menandai penguatan lanjutan setelah beberapa waktu sebelumnya bergerak fluktuatif.

Sekretaris DPW Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Sumatera Selatan, Rudi Arpian, menilai tren ini sebagai sinyal positif bagi pasar.

Menurutnya, kenaikan harga mencerminkan mulai pulihnya kepercayaan pelaku pasar terhadap komoditas karet.

“Pergerakan harga di awal pekan cukup kuat dan melanjutkan tren sebelumnya. Ini mengindikasikan adanya fase pemulihan,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Dengan kurs rupiah di kisaran Rp16.872 per dolar AS, harga karet dengan kadar karet kering (KKK) 100 persen kini berada di level Rp33.795 per kilogram. Angka tersebut naik Rp529 dibandingkan posisi akhir pekan lalu yang tercatat Rp33.266 per kilogram.

Kenaikan harga global ini turut berdampak pada tingkat petani di Sumatera Selatan.

Baca Juga: Sosok Prajurit TNI yang Gugur dalam Serangan Israel ke Lebanon: Pernah Terima 2 Penghargaan

Harga karet di tingkat petani bervariasi tergantung kadar KKK, mulai dari Rp23.657 per kilogram untuk KKK 70 persen hingga Rp10.139 per kilogram untuk KKK 30 persen.

Rudi menilai momentum ini harus dimanfaatkan petani untuk meningkatkan kualitas bahan olah karet (bokar). Ia menegaskan kualitas menjadi faktor utama dalam menentukan harga jual di tengah tren penguatan pasar.

“Semakin tinggi kadar karet kering, maka harga yang diterima petani juga semakin baik,” katanya.

Apkarindo Sumsel juga mengimbau petani untuk memperhatikan proses pengolahan, termasuk penggunaan bahan pembeku lateks sesuai standar serta menghindari kontaminasi kotoran. Langkah ini dinilai penting agar petani dapat memperoleh harga optimal.

Meski tren harga menunjukkan perbaikan, pelaku usaha diminta tetap waspada terhadap dinamika pasar global yang masih berpotensi berubah. Namun demikian, kenaikan di awal pekan ini diharapkan menjadi dorongan positif bagi kesejahteraan petani karet di daerah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia