Harga Karet Global Menguat, Petani Sumsel Didorong Jaga Kualitas untuk Maksimalkan Cuan

AKURAT.CO SUMSEL Harga karet di pasar global kembali menunjukkan tren positif pada awal pekan ini.
Berdasarkan data Singapore Exchange (SGX) Sicom, harga karet tercatat mencapai 200,3 sen dolar AS per kilogram, menandai penguatan lanjutan setelah beberapa waktu sebelumnya bergerak fluktuatif.
Sekretaris DPW Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Sumatera Selatan, Rudi Arpian, menilai tren ini sebagai sinyal positif bagi pasar.
Menurutnya, kenaikan harga mencerminkan mulai pulihnya kepercayaan pelaku pasar terhadap komoditas karet.
“Pergerakan harga di awal pekan cukup kuat dan melanjutkan tren sebelumnya. Ini mengindikasikan adanya fase pemulihan,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Dengan kurs rupiah di kisaran Rp16.872 per dolar AS, harga karet dengan kadar karet kering (KKK) 100 persen kini berada di level Rp33.795 per kilogram. Angka tersebut naik Rp529 dibandingkan posisi akhir pekan lalu yang tercatat Rp33.266 per kilogram.
Kenaikan harga global ini turut berdampak pada tingkat petani di Sumatera Selatan.
Baca Juga: Sosok Prajurit TNI yang Gugur dalam Serangan Israel ke Lebanon: Pernah Terima 2 Penghargaan
Harga karet di tingkat petani bervariasi tergantung kadar KKK, mulai dari Rp23.657 per kilogram untuk KKK 70 persen hingga Rp10.139 per kilogram untuk KKK 30 persen.
Rudi menilai momentum ini harus dimanfaatkan petani untuk meningkatkan kualitas bahan olah karet (bokar). Ia menegaskan kualitas menjadi faktor utama dalam menentukan harga jual di tengah tren penguatan pasar.
“Semakin tinggi kadar karet kering, maka harga yang diterima petani juga semakin baik,” katanya.
Apkarindo Sumsel juga mengimbau petani untuk memperhatikan proses pengolahan, termasuk penggunaan bahan pembeku lateks sesuai standar serta menghindari kontaminasi kotoran. Langkah ini dinilai penting agar petani dapat memperoleh harga optimal.
Meski tren harga menunjukkan perbaikan, pelaku usaha diminta tetap waspada terhadap dinamika pasar global yang masih berpotensi berubah. Namun demikian, kenaikan di awal pekan ini diharapkan menjadi dorongan positif bagi kesejahteraan petani karet di daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini: Harga BBM, MBG dan KDMP Jadi Sorotan Utama
- 45 Ramalan Zodiak Hari Ini, Selasa 18 Agustus 2026: Ada yang Berpeluang Dapat Rezeki dan Kabar Baik
- 5Cara Mencairkan Bansos PKH dan BPNT Agustus 2026 Lewat Bank dan Kantor Pos
- 6Bianca Alessia Christabella Lantang, Putri Sulawesi Utara yang Dipercaya Membawa Baki Bendera Pusaka
- 7Update Terbaru Harga Emas Perhiasan Palembang, Naik atau Turun?
- 8Apakah Hari Ini 18 Agustus 2026 Libur? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun





