Harga Karet Sumsel Nyaris Tembus Rp40 Ribu per Kg, Petani Diminta Jaga Kualitas

AKURAT.CO SUMSEL Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menunjukkan tren positif menjelang akhir pekan.
Harga karet kualitas terbaik bahkan nyaris menyentuh angka psikologis Rp40 ribu per kilogram, memberi harapan baru bagi petani di tengah fluktuasi pasar komoditas global.
Berdasarkan data harga SGX Sicom terbaru, harga karet dengan kadar karet kering (KKK) 100 persen tercatat mencapai Rp39.179 per kilogram atau naik tipis Rp114 dibandingkan hari sebelumnya.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Karet Indonesia (APKARINDO) Sumsel, Rudi Arpian mengatakan, kondisi tersebut menandakan permintaan pasar terhadap karet alam masih cukup baik.
“Kenaikan ini membuat harga karet kualitas terbaik hampir menembus Rp40 ribu per kilogram. Meski penguatannya mulai melambat, pasar karet global masih cukup stabil,” ujar Rudi, Jumat (22/5/2026).
Baca Juga: Baru Tinggal Beli Cat, Motor Buruh Harian di Palembang Raib dalam Hitungan Menit
Menurutnya, koreksi harga yang sempat terjadi dalam beberapa hari terakhir belum menunjukkan tanda pelemahan signifikan. Bahkan, harga kembali bergerak naik meski secara perlahan.
Selain harga KKK 100 persen, APKARINDO juga mencatat harga karet berdasarkan kualitas lainnya. Untuk KKK 70 persen berada di angka Rp27.425 per kilogram, KKK 60 persen Rp23.507 per kilogram, KKK 50 persen Rp19.590 per kilogram, KKK 40 persen Rp15.672 per kilogram dan KKK 30 persen Rp11.754 per kilogram.
Namun demikian, harga tersebut masih merupakan harga kotor sebelum dipotong biaya produksi dan operasional di tingkat petani.
Rudi mengingatkan para petani agar tetap menjaga kualitas bahan olah karet (bokar) supaya bisa memperoleh harga jual maksimal di pasaran.
Ia menegaskan, mutu bokar menjadi faktor utama yang menentukan tinggi rendahnya harga yang diterima petani. Semakin tinggi kadar karet kering, maka nilai jual juga akan semakin baik.
“Kami mengimbau petani menggunakan pembeku lateks sesuai anjuran dan memastikan bokar tidak tercampur kotoran, limbah ataupun air rendaman,” katanya.
Menurutnya, menjaga kualitas bokar menjadi langkah penting agar petani benar-benar bisa menikmati tingginya harga karet saat ini.
“Kalau mutu bokar bagus dan kadar karetnya tinggi, tentu harga jualnya lebih tinggi. Jadi kualitas tetap harus dijaga,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini: Harga BBM, MBG dan KDMP Jadi Sorotan Utama
- 45 Ramalan Zodiak Hari Ini, Selasa 18 Agustus 2026: Ada yang Berpeluang Dapat Rezeki dan Kabar Baik
- 5Cara Mencairkan Bansos PKH dan BPNT Agustus 2026 Lewat Bank dan Kantor Pos
- 6Bianca Alessia Christabella Lantang, Putri Sulawesi Utara yang Dipercaya Membawa Baki Bendera Pusaka
- 7Apakah Hari Ini 18 Agustus 2026 Libur? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 8Update Terbaru Harga Emas Perhiasan Palembang, Naik atau Turun?
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








