Sumsel

Anak Usia Sekolah Dominasi Kasus DBD di Palembang, Total Capai 286 Kasus

Kurnia | 28 Maret 2026, 16:30 WIB
Anak Usia Sekolah Dominasi Kasus DBD di Palembang, Total Capai 286 Kasus

AKURAT.CO SUMSEL Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Palembang menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, terutama pada kelompok usia anak-anak.

Dinas Kesehatan mencatat hingga 13 Maret 2026 terdapat 286 kasus DBD yang tersebar di sejumlah wilayah. Dari jumlah tersebut, kelompok usia 5 hingga 14 tahun menjadi yang paling terdampak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan, mengungkapkan bahwa sebanyak 155 kasus berasal dari kelompok usia anak sekolah.

“Anak-anak usia 5 hingga 14 tahun menjadi kelompok paling rentan, dengan jumlah kasus mencapai 155,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).

Baca Juga: 14 WNI Asal Sumsel di Kamboja Dipulangkan 29 Maret, Pemprov Siapkan Pendampingan Hingga ke Daerah

Selain itu, kelompok usia produktif 15 hingga 44 tahun juga mencatat angka cukup tinggi, yakni 103 kasus. Sementara dari sisi jenis kelamin, penderita laki-laki sedikit lebih banyak dibanding perempuan, masing-masing 153 dan 133 orang.

Meski anak-anak menjadi kelompok paling terdampak, sebaran kasus tertinggi secara wilayah tercatat di Kecamatan Seberang Ulu (SU) II dengan 44 kasus. Disusul SU I sebanyak 29 kasus dan Sukarami 28 kasus.

Yudhi menjelaskan, lonjakan kasus sempat terjadi pada minggu kedua Februari 2026 dengan total 44 kasus dalam satu pekan. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dinas Kesehatan Palembang telah melakukan berbagai langkah penanganan untuk menekan penyebaran DBD. Seluruh lokasi kasus yang berjumlah 286 titik telah dilakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) serta pemberian larvasida.

“Seluruh titik kasus sudah kami lakukan PE dan intervensi untuk memutus rantai perkembangbiakan nyamuk,” jelasnya.

Di tingkat fasilitas kesehatan, Puskesmas 7 Ulu mencatat angka insiden tertinggi, diikuti Puskesmas Nagaswidak dan Puskesmas Taman Bacaan. Sementara dari jumlah pasien, Puskesmas Taman Bacaan menjadi yang terbanyak.

Melihat tingginya kasus pada anak-anak, Dinkes mengimbau peran aktif orang tua dan lingkungan untuk lebih menjaga kebersihan, terutama di area tempat tinggal dan sekolah.

Upaya pencegahan seperti menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, serta menghindari genangan menjadi langkah penting untuk menekan penyebaran DBD.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia