Sumsel
HL Sumsel

Polda Sumsel Ubah Kapal Patroli Jadi Ambulans Apung, Sarana Evakuasi Medis Darurat Masyarakat Pesisir

Septiyanti Dwi Cahyani | 26 Maret 2026, 08:00 WIB
Polda Sumsel Ubah Kapal Patroli Jadi Ambulans Apung, Sarana Evakuasi Medis Darurat Masyarakat Pesisir
Ambulans Apujg milik Polda Sumsel. (Dok. Polri)

AKURAT.CO SUMSEL - Polda Sumsel terus berinovasi dalam memberikan pelayanan tanpa batas kepada masyarakat setempat.

Terbaru, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumatera Selatan telah berinovasi mengubah Kapal Patroli Pol V-1027 menjadi Ambulans Apung untuk menjangkau masyarakat di wilayah perairan Sungai Musi dan sekitarnya.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho mengatakan bahwa inovasi ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat hingga ke daerah terpencil.

Baca Juga: Arus Balik Lebaran 2026 via Jalur Laut Memuncak, Pelabuhan Tanjung Api-Api Padat Penumpang

Dia menjelaskan, inovasi ini merupakan transformasi fungsi Kapal Pol V-1027 Upang yang sebelumnya digunakan sebagai kapal patroli yang dimodifikasi menjadi sarana evakuasi medis darurat bagi masyarakat pesisir.

Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi geografis Sumatera Selatan yang sebagian besar wilayahnya didominasi perairan, sehingga akses menuju fasilitas kesehatan seringkali terkendala waktu dan transportasi.

Masyarakat di wilayah terpencil seperti Desa Upang, Kabupaten Banyuasin selama ini menghadapi risiko tinggi ketika membutuhkan penanganan medis darurat.

Baca Juga: Kapolda Sumsel Wanti-wanti Ancaman Karhutla Usai Lebaran, Minta Jajaran Siaga Dini

Spesifikasi Ambulans Apung Polda Sumsel

Ambulans Apung itu dilengkapi ruang pasien, tandu darurat, perlengkapan medis dasar, oksigen, serta sistem komunikasi untuk koordinasi langsung dengan fasilitas kesehatan tujuan.

Personel Polairud juga disiagakan selama 24 jam untuk memastikan respons cepat terhadap setiap laporan darurat.

Baca Juga: Pemprov Sumsel Pastikan Nasib PPPK Aman, Anggaran Pegawai Masih di Bawah Batas Ideal

Proses Operasional Ambulans Apung

Proses evakuasi dilakukan mulai dari penjemputan pasien di dermaga, kemudian dibawa menggunakan kapal menuju rumah sakit rujukan di Palembang dengan estimasi waktu sekitar satu jam.

Sejumlah kasus telah berhasil ditangani melalui inovasi ini, mulai dari evakuasi pasien persalinan darurat, gangguan kesehatan mendadak, hingga pasien anak-anak yang membutuhkan penanganan intensif.

Baca Juga: Usai Libur Lebaran, Sumsel United Panaskan Mesin Hadapi Adhyaksa FC di Laga Tandang

Selain itu, Ambulans Apung juga dimanfaatkan untuk penanganan kemanusiaan lainnya, termasuk evakuasi jenazah warga dari wilayah terpencil.

Ke depan, Polda Sumsel bersama instansi terkait juga tengah menyiapkan pengembangan layanan berupa Klinik Terapung yang akan menjangkau lebih banyak desa di wilayah perairan.

Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam pelayanan publik serta memastikan seluruh masyarakat, termasuk di wilayah terpencil, mendapatkan perlindungan dan pelayanan yang optimal. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.