Dugaan Mal Praktek, Istri Meninggal Sehari Setelah Operasi Caesar, Warga Muara Enim Laporkan Dokter dan RS di Prabumulih ke Polda Sumsel

AKURAT.CO SUMSEL Duka mendalam masih dirasakan Kevin Agustinus (25), warga Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
Istrinya, SAi (22), meninggal dunia sehari setelah menjalani operasi caesar di Rumah Sakit Fadhilah, Kota Prabumulih.
Merasa ada kejanggalan dalam penanganan medis yang diterima sang istri, Kevin didampingi kuasa hukumnya melaporkan seorang dokter berinisial EN dan pihak rumah sakit ke Polda Sumsel atas dugaan malapraktik.
Laporan tersebut juga mencakup dugaan pelanggaran lain, termasuk adanya keterangan yang diduga tidak sesuai dalam dokumen rekam medis pasien.
Kuasa hukum keluarga korban, Darmadi Djufri, mengatakan almarhumah sempat menjalani operasi caesar dan melahirkan dengan selamat pada Mei 2026 lalu. Setelah persalinan, korban ditempatkan di ruang observasi.
Namun, menurut pihak keluarga, kondisi korban berubah setelah dokter terlapor melakukan tindakan medis lanjutan.
"Setelah operasi selesai dan bayinya selamat, korban berada di ruang observasi. Kemudian dokter melakukan tindakan medis dan setelah itu diduga terjadi pendarahan," ujar Darmadi usai membuat laporan di Polda Sumsel, Senin (13/7/2026) malam.
Menurutnya, setelah pendarahan terjadi, pihak keluarga diminta mencari donor darah. Suami korban bahkan turut mendonorkan darahnya.
"Keluarga diminta mencari empat kantong darah. Namun, yang didapat hanya dua kantong. Sehari kemudian korban meninggal dunia dan keluarga tidak mendapatkan penjelasan yang memadai terkait penyebab meninggalnya korban," katanya.
Pihak keluarga menyebut dokter hanya menyampaikan bahwa korban meninggal karena henti jantung.
Selain dugaan malapraktik, keluarga korban juga mempertanyakan sejumlah dokumen medis yang diterima setelah kematian Suci. Mereka menduga terdapat ketidaksesuaian data dalam rekam medis dan surat rujukan pasien.
"Kami menilai ada hal-hal yang perlu didalami karena diduga terdapat keterangan yang tidak sesuai dalam dokumen medis. Karena itu, kami menempuh jalur hukum agar semuanya terang," ujar Darmadi.
Sementara itu, Kevin mengaku masih sulit menerima kepergian istrinya. Ia mengatakan sempat mempertanyakan tindakan medis yang dilakukan dokter terhadap istrinya, namun tidak mendapatkan penjelasan yang jelas.
"Saya hanya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan istri saya. Sampai sekarang saya belum mendapatkan jawaban yang memuaskan," kata Kevin.
Ia juga mengaku menemukan sejumlah kejanggalan setelah mempelajari salinan rekam medis yang diterimanya dari rumah sakit.
Terpisah, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya mengatakan pihaknya masih melakukan koordinasi terkait laporan tersebut.
"Sedang kami koordinasikan dengan Kepala SPKT, apakah laporannya sudah diterima dan diteruskan ke satuan kerja terkait," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Rumah Sakit Fadhilah Prabumulih maupun dokter yang dilaporkan belum memberikan keterangan resmi terkait laporan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini: Harga BBM, MBG dan KDMP Jadi Sorotan Utama
- 45 Ramalan Zodiak Hari Ini, Selasa 18 Agustus 2026: Ada yang Berpeluang Dapat Rezeki dan Kabar Baik
- 5Cara Mencairkan Bansos PKH dan BPNT Agustus 2026 Lewat Bank dan Kantor Pos
- 6Bianca Alessia Christabella Lantang, Putri Sulawesi Utara yang Dipercaya Membawa Baki Bendera Pusaka
- 7Update Terbaru Harga Emas Perhiasan Palembang, Naik atau Turun?
- 8Apakah Hari Ini 18 Agustus 2026 Libur? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun









