Efek Pedagang Libur, Harga Bahan Pokok di Sumsel Tak Kunjung Turun

AKURAT.CO SUMSEL Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, harga sejumlah komoditas pangan di Sumatera Selatan masih bertahan tinggi. Kondisi ini dipicu oleh terganggunya distribusi serta berkurangnya aktivitas perdagangan karena banyak pedagang mulai libur.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, Ruzuan Effendi, mengatakan lonjakan harga ini merupakan fenomena yang kerap terjadi pada masa puncak menjelang Lebaran.
“Di H-1 ini harga bahan pangan masih tinggi. Beberapa komoditas seperti daging sapi, cabai rawit merah, hingga daging ayam mengalami kenaikan karena pasokan berkurang dan pedagang sudah banyak yang libur,” ujarnya, Jumat (20/3/2026).
Berdasarkan data terbaru, harga daging sapi masih menjadi yang tertinggi, yakni mencapai Rp170.000 per kilogram. Sementara itu, daging ayam dijual sekitar Rp40.000 per kilogram dan telur ayam Rp29.000 per kilogram.
Komoditas hortikultura juga belum menunjukkan penurunan harga. Cabai merah keriting berada di kisaran Rp48.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah menembus Rp70.000 per kilogram.
Di sisi lain, sejumlah bahan pangan pokok relatif stabil meski tetap berada di level cukup tinggi.
Baca Juga: Arus Mudik Mulai Padat, Tol Keramasan Palembang Catat 101 Ribu Kendaraan dalam 6 Hari
Beras premium dijual Rp14.800 per kilogram, beras SPHP Rp12.000 per kilogram, serta kedelai untuk perajin tempe Rp10.000 per kilogram. Untuk bumbu dapur, bawang merah dan bawang putih masing-masing berada di kisaran Rp40.000 per kilogram.
Adapun komoditas lainnya seperti tepung terigu curah dijual sekitar Rp10.000 per kilogram dan tepung terigu kemasan Rp13.000 per kilogram. Untuk hasil perikanan, harga ikan kembung mencapai Rp35.000 per kilogram, ikan tongkol Rp28.000 per kilogram, dan ikan bandeng Rp30.000 per kilogram.
Ruzuan menambahkan, kondisi ini diperkirakan hanya bersifat sementara. Ia optimistis harga akan kembali normal dalam beberapa hari setelah Lebaran, seiring pulihnya aktivitas distribusi dan kembalinya pedagang ke pasar.
“Biasanya sekitar lima hari setelah Lebaran, harga mulai turun karena pasokan kembali lancar dan aktivitas jual beli normal,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini: Harga BBM, MBG dan KDMP Jadi Sorotan Utama
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








