Gubernur Sumsel: Kemacetan Jalur Mudik Bukan Salah Rekayasa, Tapi Insiden Teknis

AKURAT.CO SUMSEL Gubernur Sumatera Selatan memastikan bahwa kemacetan yang terjadi di sejumlah titik jalur mudik belakangan ini bukan disebabkan oleh kegagalan rekayasa lalu lintas. Kendala di lapangan murni dipicu oleh insiden teknis kendaraan yang mengalami kerusakan di tengah jalan.
Deru menjelaskan bahwa berdasarkan hasil koordinasi dengan Kapolda Sumsel, kemacetan sempat dipicu oleh tumpahnya muatan material di badan jalan.
"Tadi saya diskusi dengan Pak Kapolda. Ternyata (kemacetan) kemarin itu bukan rekayasanya yang salah, tapi karena ada mobil yang membawa besi tumpah di jalan," ungkapnya, Selasa (17/3/2026).
Selain tumpahan material, hambatan juga disebabkan oleh adanya kendaraan yang tidak kuat menanjak di titik-titik tertentu.
Baca Juga: 113 Truk Besar Dikandangkan, Polisi Fokus Urai Macet Jalur Mudik Sumsel
Kondisi ini memaksa petugas di lapangan melakukan evakuasi darurat menggunakan alat berat agar arus lalu lintas kembali mengalir.
"Ada juga mobil yang tidak kuat menanjak sampai harus didorong ekskavator. Hal-hal teknis seperti itu yang membuat antrean kendaraan," tambahnya.
Meski sempat terjadi kendala teknis, Gubernur menjamin bahwa infrastruktur jalan di wilayah Sumatera Selatan secara fungsional dalam kondisi prima dan siap melayani para pemudik.
Guna meminimalisir risiko kemacetan dan kecelakaan, Pemprov Sumsel bersama Polda Sumsel telah mengambil langkah tegas terhadap truk Over Dimension Over Loading (ODOL).
Sejak H-5 Lebaran, kendaraan besar yang melanggar aturan kapasitas dilarang melintas dan langsung diamankan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









