Sumsel

Deteksi Dini Kanker Jadi Favorit, 36.134 Warga Sumsel Sudah Lakukan Cek Kesehatan Gratis

Maman Suparman | 17 Februari 2025, 17:30 WIB
Deteksi Dini Kanker Jadi Favorit, 36.134 Warga Sumsel Sudah Lakukan Cek Kesehatan Gratis

AKURAT.CO SUMSEL Program cek kesehatan gratis (CKG) yang digagas oleh pemerintah mendapat respons positif dari masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel).

Hingga 15 Februari 2025, sebanyak 36.134 orang telah memanfaatkan layanan ini untuk memeriksakan kesehatan mereka. Skrining kanker payudara dan kanker serviks menjadi pemeriksaan yang paling diminati.

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Trisnawarman, mengungkapkan bahwa dari total 108.889 orang yang mendaftar dalam program ini, sekitar 33 persen telah hadir dan menjalani pemeriksaan kesehatan.

"Tanggapan masyarakat terhadap program ini sangat positif, dengan fokus utama pada deteksi dini kanker payudara dan skrining HPV DNA untuk mendeteksi kanker serviks. Kedua jenis pemeriksaan tersebut mendominasi, jauh lebih banyak dibandingkan dengan jenis skrining lainnya," kata Trisnawarman, Senin (17/2/2025).

Selain kedua jenis kanker tersebut, masyarakat juga banyak memeriksakan kesehatan terkait kanker kolorektal, kanker paru, talasemia, serta pemeriksaan kadar gula darah, anemia, dan kesehatan mental dengan Geriatric Depression Scale (GDS).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumsel, mayoritas peserta cek kesehatan gratis berasal dari kelompok usia produktif.

Baca Juga: Perjalanan Dinas Dipangkas, Tapi Anggaran Pemeliharaan Jalan di Sumsel Tetap Aman

Sebanyak 12.578 orang berusia 40-59 tahun menjadi kelompok terbanyak yang memanfaatkan layanan ini, disusul oleh kelompok usia 30-39 tahun sebanyak 7.860 orang dan usia 18-29 tahun dengan 6.548 peserta.

Tak hanya orang dewasa, program ini juga diikuti oleh kelompok lansia di atas 60 tahun sebanyak 5.453 orang, anak usia 1-6 tahun sebanyak 2.635 orang, serta bayi baru lahir yang mencapai 1.060 peserta.

Trisnawarman menekankan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan, terutama dalam mengidentifikasi faktor risiko penyakit sejak dini.

"Banyak kematian dapat dicegah jika penyakit terdeteksi dini, sehingga langkah medis dapat diambil untuk mencegah kondisi memburuk," jelasnya.

Untuk mengikuti program ini, masyarakat dapat mengunduh aplikasi SatuSehat Mobile, mengisi kuisioner skrining mandiri, dan mendaftarkan diri. Setelah itu, mereka bisa mendatangi puskesmas terdekat dengan membawa KTP, kode tiket, serta hasil skrining mandiri. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia