Pembukaan Wisata Tower Jembatan Ampera Tertunda, Pemkot Palembang Masih Tunggu Izin

AKURAT.CO SUMSEL Wisata Tower Jembatan Ampera yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 1 Februari 2025 hingga kini belum juga dibuka untuk umum.
Penundaan ini membuat masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel), khususnya warga Palembang, harus bersabar untuk menikmati panorama Kota Palembang dan Sungai Musi dari ketinggian.
Hingga akhir Maret, belum ada kepastian kapan wisata tersebut dapat diakses publik. Penyebab utama keterlambatan ini adalah proses perizinan pinjam pakai dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang masih dalam tahap pengkajian.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menjelaskan bahwa uji publik telah selesai dilakukan sebagai bagian dari persyaratan pengajuan izin pinjam pakai. Namun, dokumen tersebut masih dalam tahap pengkajian oleh tim teknis terkait.
“Proses uji publik telah selesai, yang menjadi salah satu syarat dalam pengajuan pinjam pakai ke Kementerian PUPR RI. Saat ini, administrasinya masih dalam tahap kajian oleh tim TACB, BPKAD, dan PUPR,” ujar Ratu Dewa, Jumat (21/3/2025).
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pengelolaan wisata Tower Jembatan Ampera nantinya akan diserahkan kepada pihak ketiga yang telah disetujui oleh Pemerintah Kota Palembang.
“Setelah izin pinjam pakai disahkan, pengelolaan menara ini akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga yang telah mendapat persetujuan dari Pemkot Palembang,” jelasnya.
Meski demikian, Ratu Dewa belum dapat memastikan kapan wisata ini benar-benar akan dibuka untuk umum, meskipun sebelumnya telah dilakukan peluncuran secara terbatas pada 22 Januari lalu.
“Kami belum dapat memastikan jadwal pembukaan resminya, karena menara ini masih belum sepenuhnya diserahkan kepada Pemkot,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa Tower Jembatan Ampera akan menjadi salah satu destinasi unggulan di Palembang. Keberadaannya diharapkan mampu menarik wisatawan dan menjadi ikon wisata unik yang tidak dimiliki kota lain.
“Selain menjadi daya tarik wisata, menara ini juga berpotensi besar sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menjanjikan,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 3Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 4Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 55 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 6Jadwal Piala Dunia 2026: Qatar vs Swiss, Brazil Hadapi Maroko, hingga Haiti Tantang Skotlandia
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 8Bansos BPNT Juni 2026 Cair Kapan? Ini Cara Cek Status Penerima, Nominal, dan Jadwal Pencairan
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem









