Sumsel

Masuki Puncak Musim Hujan, Sebagian Sumsel Diintai Potensi Hujan Es

St Shofia Munawaroh | 18 Desember 2025, 06:00 WIB
Masuki Puncak Musim Hujan, Sebagian Sumsel Diintai Potensi Hujan Es

AKURAT. CO SUMSEL - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa wilayah Sumatera Selatan kini telah memasuki puncak musim hujan.

Puncak musim hujan diperkirakan akan berlangsung hingga awal 2026.

Kondisi ini memicu potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sumsel, termasuk hujan es.

Baca Juga: Pacu Pertumbuhan Ekonomi, BI Sumsel Bidik Efek Operasional Pelabuhan Tanjung Carat

Hal ini diungkapkan oleh Kepala BMKG Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Siswanto pada Rabu (17/12/2025). 

Ia mengatakan, puncak musim hujan membuat sejumlah wilayah di Sumsel mengalami cuaca ekstrem seperti huja lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang dan petir.

Baca Juga: UMP 2026 Segera Diumumkan, Simak Formula Perhitungan Kenaikan Upah yang Ditetapkan Pemerintah

Selain itu, di beberapa kawasan dataran tinggi juga berpotensi mengalami hujan es.

Fenomena tersebut biasanya disebabkan oleh pertumbuhan awan columunimbus (CB).

Baca Juga: Maling Motor Satroni Toko Bumbu di Macan Lindungan, Korban Kaget Pintu Toko Terbuka Saat Mau Jualan

Secara historis, Siswanto menjelaskan beberapa kawasan yang pernah mengalami hujan es antara lain Gandus, Kertapati, Prabumulih, Lahat dan Pagar Alam.

Sementara itu, di wilayah perkotan dampak cuaca esktrem dapat berupa tumbangnya pohon akibat sistem perakaran yang tidak kuat hingga banjir genangan.

Baca Juga: Daftar 10 Daerah di Sumsel Masuk Kategori Waspada Cuaca Ekstrem, Palembang Salah Satunya

Adapun di kawasan perbukitan atau dataran tinggi berpotensi terjadi longsor dan luapan air sungai.

BMKG pun mengimbau kepada masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran Sungi Musi untuk meningatkan kewaspadaan. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.