Luas Lahan Padi di Sumatera Selatan: Kabupaten Banyuasin Terbesar, Kota Palembang Tertinggal

AKURAT.CO SUMSEL Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memiliki potensi pertanian yang melimpah, khususnya dalam produksi padi yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat Indonesia.
Meskipun Kota Palembang merupakan ibu kota provinsi ini, luas lahan padi di kota tersebut tidak sebesar beberapa daerah lain di Sumsel.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2024 yang dikutip dari situs sumsel.bps.go.id, Kabupaten Banyuasin menempati posisi teratas dengan luas lahan padi mencapai 188.351 hektare.
Hasil panen yang dihasilkan pun sangat besar, mencapai 958.342 ton. Jumlah ini jauh melampaui daerah lainnya di Sumsel, menjadikan Banyuasin sebagai salah satu lumbung padi utama di provinsi ini.
Sebaliknya, Kota Palembang yang terletak di tengah provinsi memiliki lahan padi yang relatif terbatas.
Dalam setahun, Palembang hanya mampu menghasilkan 12.103 ton padi, jauh lebih sedikit dibandingkan dengan Kabupaten Banyuasin atau bahkan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur yang berhasil memproduksi 689.773 ton padi.
Lahan padi yang luas biasanya ditemukan di daerah pedesaan atau wilayah yang dekat dengan pegunungan, di mana sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani.
Untuk mendapatkan hasil panen yang optimal, petani harus merawat tanaman padi dengan baik selama tiga hingga empat bulan.
Selain itu, perairan yang cukup sangat dibutuhkan untuk memastikan tanaman padi tumbuh dengan baik. Kekeringan atau musim kemarau panjang dapat mengganggu pertumbuhan padi, bahkan mempengaruhi hasil panen secara signifikan. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









