Tingkat Inflasi Sumsel di 2024 Terjaga Stabil, Pj Gubernur Minta Pemda Terus Awasi Stok Pangan

AKURAT.CO SUMSEL Pj Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Elen Setiadi, mengungkapkan bahwa tingkat inflasi di Provinsi Sumatera Selatan pada bulan Desember 2024 terjaga rendah dan stabil, yaitu sebesar 0,50% (month-to-month/mtm).
Sementara itu, inflasi tahunan (year-on-year/yoy) tercatat 1,20%, sedikit lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya (November 2024), yang tercatat sebesar 0,73%. Capaian ini masih berada di bawah angka inflasi nasional yang tercatat 1,57% yoy dan 0,44% mtm.
Elen Setiadi menambahkan bahwa meski inflasi tahunan 2024 di Sumatera Selatan tetap terjaga rendah, angka tersebut masih berada di bawah target inflasi nasional yang berkisar antara 1,5% hingga 3,5%, dengan target pusat berada di angka 2,5%.
"Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota di Sumsel, melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten/Kota. Kami berharap di tahun 2025, inflasi dapat terus dijaga rendah dan stabil untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih baik," ujarnya, Jumat (24/1/2025).
Salah satu faktor yang menyumbang inflasi pada Desember 2024 adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dengan kontribusi sebesar 0,53%. Komoditas utama penyumbang inflasi pada kelompok ini antara lain cabai merah, telur ayam ras, cabai rawit, bawang merah, dan minyak goreng.
Baca Juga: Embun Glamping, Wisata Kemping Mewah dengan Panorama Gunung Dempo
Sementara itu, secara tahunan, inflasi terbesar berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, yang memberikan andil sebesar 0,58%, dengan komoditas utama yang menyumbang antara lain emas perhiasan, daging ayam ras, minyak goreng, bawang merah, dan bawang putih.
Elen Setiadi mengingatkan kepada para Kepala Daerah dan Ketua TPID Kabupaten/Kota untuk memastikan ketersediaan stok bahan pangan secara rutin dan melakukan analisis prediksi mengenai fluktuasi harga bahan pangan pokok.
"Pemantauan terhadap harga dan ketersediaan barang secara teratur sangat diperlukan untuk memastikan pasokan pangan mencukupi dan harga tetap stabil. Selain itu, pemeriksaan pasar secara berkala juga harus dilaksanakan," tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap harga komoditas yang mengalami kenaikan atau penurunan per hari dan minggu.
"Pemerintah Daerah diminta untuk menetapkan target penurunan harga pada komoditas yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) serta mengalokasikan anggaran untuk pengendalian inflasi melalui Belanja Tidak Terduga (BTT)," ungkapnya. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 3Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 4Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 55 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 6Jadwal Piala Dunia 2026: Qatar vs Swiss, Brazil Hadapi Maroko, hingga Haiti Tantang Skotlandia
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 8Bansos BPNT Juni 2026 Cair Kapan? Ini Cara Cek Status Penerima, Nominal, dan Jadwal Pencairan
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem









