Sumsel

Banjir Rendam Ribuan Hektare Sawah di Sumsel, Dinas Pertanian Pastikan Produksi Padi Tetap Aman

Maman Suparman | 13 Maret 2025, 22:00 WIB
Banjir Rendam Ribuan Hektare Sawah di Sumsel, Dinas Pertanian Pastikan Produksi Padi Tetap Aman

AKURAT.CO SUMSEL Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memastikan bahwa banjir yang merendam ribuan hektare sawah di beberapa daerah tidak akan berdampak signifikan terhadap produksi padi di provinsi tersebut untuk periode Januari-April atau subround I 2025.

Kepala Bidang Tanaman Pangan DPTPH Sumsel, Tuti Murti, mengungkapkan bahwa luas tanam padi di Sumsel dari Oktober 2024 hingga 11 Maret 2025 mencapai 466.679 hektare.

Dari jumlah tersebut, lahan yang terdampak banjir tercatat seluas 6.428 hektare atau sekitar 1,3 persen. Sementara itu, lahan yang mengalami gagal panen (puso) hanya 0,5 persen.

Baca Juga: Terungkap! Penyelewengan BBM Subsidi di Palembang, Dua Sopir Ditangkap

"Persentase puso yang rendah menandakan bahwa dampak banjir terhadap produksi padi di Sumsel masih dalam batas yang dapat dikendalikan. Dengan demikian, hasil panen pada subround I tahun ini tetap terjaga," ujar Tuti di Palembang, Kamis (13/3/2025).

Ia menjelaskan, terdapat 10 daerah yang terdampak banjir, yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Lahat, Pematang Abab Lematang Ilir (PALI), Musi Rawas Utara (Muratara), Muara Enim, Musi Banyuasin, Ogan Ilir, dan Kota Palembang.

Sebagai langkah mitigasi, DPTPH Sumsel akan mengusulkan bantuan benih bagi petani yang mengalami puso kepada Kementerian Pertanian (Kementan).

"Kami telah mengusulkan bantuan benih kepada Kementan sebagai pengganti tanaman padi yang mengalami puso, dengan jumlah yang diajukan sebesar 25 kilogram per hektare," jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia