Sumsel

367 Jamaah Haji Kloter 20 Tiba di Palembang, Satu Jamaah Sembuh Usai Dirawat di Arab Saudi

Maman Suparman | 8 Juli 2025, 21:00 WIB
367 Jamaah Haji Kloter 20 Tiba di Palembang, Satu Jamaah Sembuh Usai Dirawat di Arab Saudi

AKURAT.CO SUMSEL Sebanyak 367 jamaah haji asal Palembang dan Kabupaten PALI yang tergabung dalam Kloter 20 Debarkasi Palembang tiba dengan selamat di Tanah Air, Selasa (8/7/2025) pagi. 

Kabar menggembirakan datang dari salah satu jamaah yang sebelumnya sempat dirawat di Arab Saudi, Rohaya Syafei (74) asal Ogan Ilir.

Ia berhasil pulih dan ikut dipulangkan bersama Kloter 20. “Ibu Rohaya dibawa dengan ambulans dari Bandara SMB II langsung ke Asrama Haji. Kondisinya stabil dan dijemput oleh keluarga serta tim dari Kemenag dan Dinkes Ogan Ilir,” ujar Kakanwil Kemenag Sumsel, Syafitri Irwan, yang juga Ketua PPIH Debarkasi Palembang.

Kendati demikian, dua jamaah dari Kloter 20 dilaporkan wafat di Tanah Suci. Wati Muhammad Yasin (66) asal Palembang meninggal pada 9 Juni, dan Eddy Herman (62) asal Banyuasin wafat pada 20 Juni lalu.

Baca Juga: Info Pemadaman Listrik Palembang Rabu 9 Juli 2025, Berikut Daftar Wilayah Terdampaknya

Dengan kepulangan Kloter 20, total 7.350 jamaah dari Debarkasi Palembang telah kembali ke Indonesia. Rinciannya meliputi 6.173 jamaah asal Sumatera Selatan, 1.097 dari Bangka Belitung, serta 80 petugas kloter.

“Kami menyampaikan duka cita atas wafatnya 23 jamaah selama menjalankan ibadah haji,” ucap Syafitri.

Masih tersisa 742 jamaah yang berada di Arab Saudi dan tergabung dalam Kloter 21 dan 22. Enam di antaranya sedang menjalani perawatan di rumah sakit. PPIH mengajak masyarakat untuk mendoakan kesembuhan dan kepulangan mereka dengan selamat.

"Semoga seluruh jamaah yang masih di Tanah Suci diberikan kesehatan dan kembali dalam keadaan baik ke Tanah Air," tutup Syafitri.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia