Karhutla di Banyuasin, Meski Air Sulit Dijangkau, Upaya Pemadaman Terus Dijalankan

AKURAT.CO SUMSEL Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah Banyuasin, Sumatera Selatan, dengan kebakaran yang mengancam beberapa area.
Di antara lokasi yang terdampak adalah Kelurahan Mariana Ilir, Kecamatan Banyuasin I, di mana upaya pemadaman terus berlangsung meski terkendala oleh kekurangan air dan akses yang sulit.
Menurut Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, kebakaran di Kelurahan Mariana Ilir melibatkan area seluas sekitar 3 hektare, dengan 1 hektare di antaranya telah berhasil dipadamkan.
"Kami terus berupaya memadamkan api di lokasi tersebut, walaupun menghadapi tantangan besar terkait aksesibilitas dan keterbatasan sumber air," jelas Sudirman.
Tim gabungan yang terlibat dalam pemadaman—terdiri dari BPBD Banyuasin, TNI, Polri, Manggala Agni, DPA, MPA, Pertamina, dan masyarakat—menghadapi kesulitan dalam menjangkau titik api serta menemukan sumber air yang memadai. Kebakaran terjadi di lahan milik perusahaan, dengan penyebab kebakaran belum dapat dipastikan.
"Jenis kebakaran yang terjadi adalah kebakaran di bawah permukaan dengan tanah gambut yang kedalamannya sekitar 30 cm," tambahnya.
Baca Juga: Jelang Pilkada 2024, Bawaslu Sumsel Soroti Kerawanan Netralitas ASN dan Politik Uang
Vegetasi yang terbakar di lokasi tersebut meliputi semak belukar, pakis, purun, dan gelam. Untuk memadamkan api, petugas menggunakan berbagai peralatan, termasuk satu unit mobil slip on, dua unit sepeda motor, dua unit mesin pemadam, empat gepyok, satu garu, dan tiga jet sutter.
Selain di Mariana Ilir, kebakaran juga terjadi di Desa Sri Kembang, Kecamatan Betung, dengan luas lahan terbakar mencapai 20 hektare. Meskipun kebakaran di area ini sudah berhasil dipadamkan, penyebabnya belum diketahui dan vegetasi yang terbakar meliputi semak belukar, gelam, sawit, pakis, dan semblidang.
Di Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, karhutla melibatkan area seluas 12 hektare. Belum ada informasi tentang penyebab kebakaran, dan jenis vegetasi yang terbakar termasuk semak belukar, pakis, gelam, semelidang, dan sawit. Kondisi terkini menunjukkan masih adanya asap tipis di lokasi, dan pemadaman di area ini juga terhambat oleh kekurangan sumber air. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 3Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 4Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 55 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 6Jadwal Piala Dunia 2026: Qatar vs Swiss, Brazil Hadapi Maroko, hingga Haiti Tantang Skotlandia
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 8Bansos BPNT Juni 2026 Cair Kapan? Ini Cara Cek Status Penerima, Nominal, dan Jadwal Pencairan
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem









