BI Siapkan Rp 4,7 Triliun untuk Penukaran Uang Jelang Lebaran di Sumsel, Maksimal Rp 4,3 Juta per Orang

AKURAT.CO SUMSEL Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sumatera Selatan (Sumsel) resmi membuka layanan penukaran uang pecahan kecil untuk menyambut Ramadan dan Idul Fitri 2025.
Dalam program ini, BI menyiapkan dana sebesar Rp 4,7 triliun guna memenuhi kebutuhan masyarakat Sumsel akan uang tunai dengan pecahan yang lebih kecil.
Kepala Perwakilan BI Sumatera Selatan, Ricky P. Gozali, mengatakan bahwa layanan penukaran uang akan berlangsung dari 4 hingga 27 Maret 2025. Setiap warga yang ingin menukar uang dibatasi maksimal Rp 4,3 juta per orang untuk memastikan distribusi merata.
“Penukaran uang ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan uang Rupiah yang layak edar dengan pecahan sesuai kebutuhan masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri,” ujar Ricky, Kamis (6/3/2025).
Untuk mempermudah akses masyarakat, BI bekerja sama dengan perbankan menghadirkan layanan penukaran uang melalui program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2025.
Layanan ini tersedia di berbagai lokasi strategis seperti rumah ibadah, tempat aktivitas keagamaan, rest area tol, stasiun, terminal, bandara, pelabuhan, pasar, serta kantor bank umum.
Baca Juga: BI Sumsel dan TPID Perkuat Strategi Pengendalian Inflasi Saat Ramadan dan Idulfitri 2025
Selain itu, masyarakat juga dapat menukarkan uang melalui kas keliling, penukaran terpadu, dan kantor bank umum yang telah bekerja sama dengan BI.
Agar lebih praktis, layanan ini bisa diakses melalui Aplikasi PINTAR dengan mengunjungi situs https://pintar.bi.go.id.
Pemesanan melalui aplikasi ini sudah dibuka sejak 3 Maret 2025 pukul 12.00 WIB, sehingga masyarakat dapat memilih jadwal dan lokasi penukaran sesuai kebutuhan.
Ricky juga mengimbau masyarakat untuk menukarkan uang melalui jalur resmi guna menghindari peredaran uang palsu serta memastikan uang yang diterima dalam kondisi layak edar.
“Kami mengajak masyarakat untuk semakin Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, dengan mengenali ciri keaslian uang melalui metode 3D: Dilihat, Diraba, Diterawang, serta merawatnya dengan baik,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









