Sumsel

Jejak Sejarah Islam Masjid Suro, Masjid Tertua di Palembang yang Ramai Pengunjung Saat Ramadhan

St Shofia Munawaroh | 1 Maret 2025, 09:00 WIB
Jejak Sejarah Islam Masjid Suro, Masjid Tertua di Palembang yang Ramai Pengunjung Saat Ramadhan

AKURAT. CO SUMSEL -  Masjid Suro, atau dikenal juga sebagai Masjid Al Muhammadiyah merupakan salah satu masjid tertua di kota Palembang.

Masjid yang usianya sudah satu abad lebih ini dibangun oleh seorang ulama besar dan terkemuka, KH Abdurrahman Delamat pada tahun 1889.

Dahulu, Masjid Suro menjadi salah satu pusat penyebaran islam di Palembang.

Baca Juga: 5 Kurma Termahal di Dunia, Ada yang Jadi Favorit Nabi Muhammad

Selain dijadikan tempat beribadah, Masjid Suro juga dijadikan tempat pembelajaran agama islam oleh anak-anak muda setempat.

Sayangnya, hal ini kemudian memicu kemarahan Pemerintah Kolonial Belanda. Mereka kemudian mengeluarkan larangan untuk menyelenggarakan sholat jumat di Masjid Suro.

Saat itu pula, Pemerintah Kolonial Belanda juga mengusir Ki Delamat dari Kota Palembang.

Baca Juga: Cinta di Ujung Sajadah, Serial Islami Sarat Makna Siap Menemanimu Selama Ramadhan

Ki Delamat kemudian berpindah ke Desa Sarika hingga akhir hayatnya.

Pada masa Pemerintahan Belanda, Masjid Suro pernah dibongkar dan dilarang dipergunakan sebagai tempat ibadah selama 36 tahun.

Pada tahun 1920, masjid ini kembali dibangun dan dipergunakan untuk beribadah oleh warga setempat.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumsel Sabtu 1 Maret 2025, BMKG Sebut 10 Wilayah Akan Diguyur Hujan dari Siang hingga Malam

Sejak pertama dibangun hingga saat ini, Masjid Suro tak pernah sepi jamaah di setiap waktu sholatnya.

Bahkan, di momen Ramadhan seperti ini jamaah dan pengunjung Masjid Suro semakin ramai.

Ada yang datang memang untuk beribadah, ada juga yang datang untuk sekedar ngabuburit sambil menunggu datangnya waktu buka puasa.

Baca Juga: Niat Sahur dan Keutamaannya dalam Puasa Ramadan!

Apalagi, di masjid ini memiliki tradisi unik yang hanya ada setiap bulan suci Ramadhan.

Yakni, tradisi bagi-bagi takjil bubur suro. Bubur beras dan daging yang disajikan dengan bumbu-bumbu rempah khas Palembang.

Selain kepada para jamaah dan pengunjung masjid, bubur suro juga dibagikan secara gratis kepada warga sekitar Masjid Suro Palembang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.