Tari Penguton, Tarian Tradisional Tertua di Sumsel, Cikal Bakal Gending Sriwijaya

AKURAT. CO SUMSEL - Bumi Sriwijaya memiliki keanekaragaman kesenian, termasuk tarian tradisional.
Salah satu yang tertua adalah tari penguton, sebuah tarian tradisional yang berasal dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Tarian ini disebut sudah ada sejak abad 15 dan menjadi cikal bakal lahirnya tarian Gending Sriwijaya.
Tarian Penyambut Tamu
Biasanya tarian ini ditampilkan untuk menyambut tamu penting seperti kedatangan presiden ataupun menteri ke Kabupaten OKI.
Selain itu, tarian penguton juga biasa ditampilkan dalam perayaan HUT atau hari jadi Kabupaten OKI.
Baca Juga: Jurist Tan, Tersangka Korupsi Chromebook yang Berstatus Buron dan Masuk DPO
Diakui Kekayaan Intelek Komunal (KIK)
Saat ini, tarian penguton sebagai warisan budaya telah diakui sebagai Kekayaan Intelek Komunal (KIK) oleh Kemenkumham melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).
Total, di Kabupaten OKI sudah ada 14 khasanah budaya dan kekayaan intelektual termasuk tarian penguton.
Baca Juga: Pemprov Sumsel Desak Kepastian Status Honorer, 900 Formasi PPPK Masih Menggantung
Termasuk Tarian Mahal
Jarang ditampilkannya tarian penguton bukan karena masyarakat yang tak ingin melestarikan warisan budaya ini.
Melainkan karena untuk sekali tampil, tarian uton membutuhkan biaya yang cukup tinggi.
Baca Juga: Karhutla Sumsel Terus Meluas, Ogan Ilir Jadi Titik Panas Tertinggi, Apel Siaga Digelar Akhir Juli
Hal ini dikarenakan kesembilan penari dalam tarian ini wajib memakai pakaian dan aksesoris lengkap layaknya pengantin.
Sementara untuk busana yang digunakan pada tari penguton terdiri dari baju kurung bludru tabur, kain songket, selendang songket, asesoris kepala beringin, cempako, mahkota paksangkok, dan asesoris lainnya, serta properti tepak (tempat sekapur sirih), pridon, tombak dan payung kebesaran.
Baca Juga: Buron 13 Tahun Kasus Penggelapan, Sapari Akhirnya Ditangkap Tim Intelijen Kejari Palembang
Menyambut Tamu Hindia Belanda
Menurut keterangan Kepala Dinas Kabupaten OKI, tarian penguton pertama kali ditampilkan untuk menyanbut tamu dari Hindia Belanda sebelum pecah perang dunia kedua.
Yakni sekitar tahun 1.700-an di rumah pangeran Bhakri Kelurahan Sukadana.
Sejak itu, tarian ini dijadikan sebagai tari sekapur sirih khas dari Morge Siwe Kayuagun. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









