Mengintip Persiapan Kemeriahan Imlek di Palembang, Klenteng Gie Hap Bio Siapkan Ratusan Kertas Sembayang Berbentuk Bunga Teratai

AKURAT.CO SUMSEL Suasana hangat persiapan menyambut perayaan Imlek atau Tahun Baru China 2575 begitu terasa di Klenteng Gie Hap Bio Palembang.
Klenteng yang menjadi pusat ibadah dan sejarah ini, tengah mempersiapkan diri dengan lipatan indah kertas sembahyang sebagai bagian tak terpisahkan dari ritual menyambut Imlek.
Tidak hanya sebagai tempat ibadah, Klenteng Gie Hap Bio Palembang menarik perhatian ribuan masyarakat Tionghoa di Palembang.
Baca Juga: Bikin Haru! Gerak Cepat Petugas Polrestabes Palembang Selamatkan Seorang Ojol di Teras Ruko Kosong
Klenteng ini terletak di Jalan Dokter Wahidin, sebagai salah satu klenteng yang menjadi menjadi saksi sejarah sejak zaman kolonial di tanah air.
Pengurus klenteng dengan penuh kekhusyukan melipat ratusan kertas sembahyang setiap harinya, membentuknya menjadi bunga teratai yang indah.
Aktivitas ini menjadi lebih intens menjelang perayaan Imlek, menandakan semangat dan keceriaan menyambut momen berharga ini.
Kertas sembahyang yang dilipat tersebut nantinya akan dijadikan persembahan kepada dewa-dewi dan leluhur dan menjadi bagian penting dari upacara peribadatan yang meriah.
Salah satu pengurus klenteng, Toni, mengatakan bahwa aktivitas ini dilakukan rutin setiap tahunnya.
"Ya, macam-macam lah. Acara sembahyang, buah-buahan, dan sebagainya. Ini bagian dari tradisi kami yang ingin kami bagikan dengan masyarakat sekitar,” jelasnya ditemui pada Sabtu (3/1/2024).
Puncak perayaan Imlek dijadwalkan pada tanggal 10 Februari mendatang, namun ibadah di Klenteng Gie Hap Bio Palembang akan dimulai sejak malam tanggal sembilan.
Klenteng ini diharapkan akan menjadi tempat yang dipadati oleh ribuan umat Tionghoa yang ingin merayakan Tahun Baru China secara tradisional, sambil menikmati keberagaman dan keindahan budaya. (tim)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









