Masjid Kembar di Tepian Sungai Musi, Pusat Penyebaran Islam Sejak Kesultanan Palembang hingga Kini

AKURAT. CO SUMSEL - Ada dua masjid bersejarah dibangun di tepian Sungai Musi.
Dua masjid itu adalah Masjid Kiai Marogan dan Masjid Lawang Kidul yang didirikan oleh satu orang yang sama.
Dialah Ki Marogan, seorang ulama sekaligus saudagar kaya pada masa Kesultanan Palembang Darussalam.
Baca Juga: Masa BOT Segera Berakhir, Pemkot Palembang Kaji Pengelolaan Pasar Jakabaring
Dua masjid tersebut dibangun atas dasar keprihatinan Ki Marogan melihat banyaknya umat muslim di Palembang saat itu namun minim akan masjid.
Yakni, sekitar tahun 1800 an.
Kedua masjid tersebut lalu tumbuh menjadi pusat peradaban masyarakat Islam pada masanya.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah dan Shalat Subuh Kota Palembang Kamis 27 Ramadhan 1446 H
Selain tempat ibadah, dua masjid yang terletak di ulu dan ilir Sungai Musi itu juga dijadikan sebagai pusat penyebaran agama Islam di Palembang.
Lebih dari itu, Masjid Lawang Kidul bahkan dikabarkan sempat dijadikan markas para pejuang penjajahan kolonial Belanda.
Baca Juga: Pemkot Palembang Optimistis Kembali Raih Opini WTP dari BPK
Sejak dibangun pada abad 18 hingga kini usianya sudah lebih dari satu abad, kedua masjid tersebut masih ramai dikunjungi.
Terutama di momen-momen Ramadhan dan Idul Fitri seperti saat ini.
Hingga kini, beragam kegiatan agamaan juga masih rutin digelar di kedua masjid tersebut seperti kajian dan tabligh akbar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









