Setelah Kluivert Dipecat, PSSI Didesak Selektif Cari Pelatih dengan Track Record Teruji

AKURAT.CO SUMSEL Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) diminta lebih berhati-hati dalam menentukan pelatih baru Tim Nasional Indonesia usai pemecatan Patrick Kluivert.
Desakan ini datang dari wartawan senior sekaligus pengamat sepak bola nasional, M. Nigara, yang menilai bahwa rekam jejak pelatih harus menjadi pertimbangan utama sebelum keputusan diambil.
Menurut Nigara, PSSI tidak boleh terburu-buru hanya karena tekanan publik atau permintaan dari pihak tertentu. Ia menegaskan, pelatih dengan pengalaman dan catatan prestasi jelas dapat menjadi fondasi kuat bagi Timnas dalam meraih hasil maksimal.
“Track record pelatih yang ditunjuk hendaknya menjadi bagian terdepan. Dengan begitu, kita yakin sang pelatih mampu memberikan sesuatu yang diharapkan,” kata M. Nigara, Jumat (17/10).
Ia menambahkan, meski pelatih berpengalaman bukan jaminan mutlak Timnas Indonesia langsung menembus Piala Dunia, namun langkah itu menunjukkan keseriusan federasi dalam membangun fondasi yang kuat dan profesional.
Baca Juga: Pinjam Tak Kembali, Pasutri di Palembang Diduga Gelapkan Mobil Pengusaha Cuci Mobil
“Kalau semua catatan terbaik sudah tersaji, usaha keras dan peningkatan kualitas sudah terlihat, kesuksesan atau kegagalan nantinya hanyalah soal nasib,” ujarnya.
Nigara juga mengingatkan agar PSSI tidak membuat keputusan berdasarkan perasaan atau faktor emosional. Ia menilai keputusan yang diambil secara rasional dan melalui kajian mendalam akan lebih berdampak positif untuk masa depan Timnas.
“Terpenting bukan pilihan dengan dasar emosional. Kalau semua sudah dilalui dengan cermat dan hasilnya tetap gagal, itu berarti faktor nonteknis. Mudah-mudahan hal seperti itu tidak terulang lagi,” tegasnya.
Sementara itu, pasca pemecatan Patrick Kluivert pada Kamis (16/10), PSSI dikabarkan bergerak cepat mencari pengganti.
Langkah cepat ini disebut-sebut juga tak lepas dari perhatian Presiden Prabowo Subianto, yang menaruh harapan besar terhadap kebangkitan sepak bola nasional.
Sebelumnya, Ketua Umum PSSI Erick Thohir telah meminta maaf langsung kepada Presiden Prabowo usai kegagalan Timnas Indonesia melaju ke Piala Dunia 2026.
Ia menyatakan, federasi kini berfokus pada dua target besar berikutnya: Piala Asia 2027 dan Piala Dunia 2030.
Di sisi lain, Timnas Indonesia U-17 tengah mempersiapkan diri menghadapi Piala Dunia U-17 2025 di Qatar.
Garuda Muda tergabung di Grup H bersama Brasil, Honduras, dan Zambia dalam turnamen yang akan digelar pada 3–27 November 2025 mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Video Pengeroyokan Pelajar Beredar, Polisi Cek TKP di Demang Lebar Daun Palembang
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








